Prabowo Target Bisa Mandiri Energi 3 Tahun Lagi, Begini Strateginya
Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026. -Heni Agusningtiyas/jateng.disway.id-
Dengan dorongan insentif dan arah kebijakan yang semakin jelas, pemerintah berharap transisi menuju kendaraan listrik dapat berjalan lebih cepat. Sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan inovasi Block Mode di Kilang Cilacap untuk menjaga stabilitas pasokan BBM.-Dok. Pertamina-
Sementara itu, pengoperasian pabrik VTKR juga menjadi instrumen untuk mendukung transisi energi nasional. Targetnya bisa memproduksi 10 ribu unit bus per tahun.
Kemudian juga memperkuat ekosistem otomotif nasional sekaligus menaikkan standar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara bertahap hingga menyentuh angka 80 persen.
Kehadiran bus dan truk niaga listrik yang diproduksi itu diperkirakan mampu membuat Indonesia menghemat subsidi BBM. Setidaknya sebanyak USD5 miliar per tahun.
Pemilihan bus dan truk punya alasan utama. Yakni bisa menjadi tonggak utama perkembangan ekosistem industri listrik di tanah air.
“Meski, kendaraan niaga tidak 'seseksi' motor ataupun mobil yang jumlahnya kini sudah mencapai ratusan juta unit,” kata Komisaris Utama VKTR Teknologi Mobilitas Anindya Novyan Bakrie dalam sambutannya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: