Prabowo Target Bisa Mandiri Energi 3 Tahun Lagi, Begini Strateginya
Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries di Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026. -Heni Agusningtiyas/jateng.disway.id-
Rencana tersebut memang masih dalam tahap pembahasan antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, transisi ke kendaraan listrik adalah kebutuhan mendesak.
Sebab, ketergantungan terhadap energi fosil dinilai semakin berisiko di tengah tekanan global yang tidak menentu.
Apalagi, presiden sudah memberikan arahan agar kendaraan di Indonesia secara bertahap beralih ke basis listrik.
BACA JUGA:BBM Subsidi Aman Sampai Akhir Tahun, Purbaya Siapkan “Tameng” Hadapi Lonjakan Harga Minyak
BACA JUGA:Impor Minyak Timur Tengah Terhenti! RI Putar Haluan, BBM Terancam Dibatasi
"Sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain, kita harus konversi ke listrik," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Meski demikian, pemerintah tidak akan serta-merta menghentikan produksi kendaraan konvensional.
Strategi yang disiapkan adalah mengalihkan pasar motor berbahan bakar fosil ke ekspor.
Tidak perlu menyetop produksi motor konvensional, tapi harus mulai memperkuat kapasitas produksi motor listrik.
Pasar ekspor yang dibidik antara lain kawasan Afrika, Timur Tengah, hingga Amerika Selatan. Di sisi lain, industri otomotif nasional juga dihadapkan pada persaingan baru. Terutama dengan masuknya kendaraan listrik dari produsen Tiongkok.
BACA JUGA:Update Harga BBM Swasta 1 April, Ini Daftar Terbarunya!
BACA JUGA:Perbedaan Oktan BBM dan Dampaknya ke Mesin, Jangan Salah Pilih!
Agus menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi produsen lama. Termasuk dari Jepang, untuk beradaptasi. "Semuanya ini kan berkaitan dengan market. Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market," terang Agus.
Pemerintah pun meminta produsen Jepang untuk mulai mengalihkan fokus ke kendaraan listrik. Sebagaimana arah kebijakan nasional. “Produsen Jepang juga harus bisa mulai melihat, mulai membaca bahwa kebijakan kita akan lebih cepat shifting kepada penggunaan mobil-mobil berbasis EV," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: