Impor Minyak Timur Tengah Terhenti! RI Putar Haluan, BBM Terancam Dibatasi

Impor Minyak Timur Tengah Terhenti! RI Putar Haluan, BBM Terancam Dibatasi

Bahlil Temukan Pemasok Minyak Pengganti Timur Tengah, dampak konflik dan pasokan terganggu Selat Hormuz-Anisha/Disway.id-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah kini tidak lagi memungkinkan bagi Indonesia.

Hambatan utama muncul akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada terganggunya jalur distribusi minyak di Selat Hormuz.

Dua kapal tanker milik Pertamina yang sempat berada di wilayah tersebut pun hingga kini belum memiliki kepastian nasib.

Di tengah situasi ketidakpastian kawasan, pemerintah tetap memastikan harga BBM tidak mengalami kenaikan.

Meski begitu, kebijakan lanjutan yang sulit dihindari adalah pembatasan penggunaan bahan bakar minyak secara nasional.

BACA JUGA:Update Harga BBM Swasta 1 April, Ini Daftar Terbarunya!

BACA JUGA:Update Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026 di Seluruh Wilayah, Simak di Sini!

Penggunaan solar bersubsidi menjadi perhatian utama. Setiap penerima manfaat dibatasi maksimal 50 liter per hari, dengan kewajiban transaksi melalui aplikasi MyPertamina atau pemindaian QR sesuai data kendaraan.

Tak berhenti di situ, pemerintah kini mencari solusi untuk mengalihkan sekitar 20 persen pasokan minyak dari Timur Tengah ke negara lain. Amerika Serikat disebut-sebut sebagai kandidat kuat pemasok baru impor minyak bagi Indonesia.

Pada Selasa, 31 Maret 2026, Bahlil menegaskan bahwa kebutuhan energi nasional sangat bergantung pada dua komoditas utama, yaitu minyak mentah dan gas.

BACA JUGA:Krisis BBM Imbas Penutupan Selat Hormuz, Filipina Impor Minyak dari Rusia

BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Anjlok, Bursa Saham Menguat di Tengah Harapan Damai Timur Tengah

"Untuk menjamin pasokan BBM kita, ada dua hal yang harus dipahami. Yang pertama terdampak dari Timur Tengah itu crude-nya, Sementara minyak jadinya tidak semuanya dari sana. Kedua adalah LPG,"  kata Bahlil saat konferensi pers pada Selasa, 31 Maret 2026 lalu.

Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah telah lebih dulu menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi BBM dengan mencari sumber pasokan di luar kawasan Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: disway.id