Perkuat Logistik Bencana, Khofifah Resmikan Gerha Majapahit dengan Sistem Digital FIFO
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Saat Mengecek Gudang Logistik di Kantor BPBD Jatim Kamis Malam 9 April 2026-Pemprov Jawa Timur -
SIDOARJO, HARIAN DISWAY – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan dua fasilitas vital di markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, SIDOARJO, Kamis malam 9 April 2026.
Fasilitas tersebut diberi nama Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olahraga (GOR) BPBD Jatim. Yang diproyeksikan menjadi tulang punggung baru dalam manajemen logistik dan peningkatan kapasitas personel kebencanaan.
Peresmian itu bukan sekadar seremoni fisik. Khofifah memberikan penekanan khusus pada modernisasi manajemen logistik melalui ekosistem digital. Gedung Gerha Majapahit memiliki luas 19 x 24 meter persegi, kini diinstruksikan untuk sepenuhnya menggunakan sistem First In First Out (FIFO) berbasis digital.
"Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta sistem FIFO yang optimal. Digital ekosistem dalam logistik adalah wajib," tegas Khofifah usai menandatangani prasasti peresmian.
BACA JUGA:BPBD Jatim Cek 71 Alat Peringatan Dini di Jalur Selatan, Antisipasi Banjir hingga Tsunami
BACA JUGA:Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Jatim Pasang Alat Peringatan Dini di Enam Daerah Rawan Bencana
Menurut Khofifah, ketepatan distribusi adalah kunci dalam penanganan bencana. Dengan sistem FIFO digital, BPBD dapat mendeteksi secara presisi masa kedaluwarsa logistik. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan yang sampai ke tangan masyarakat adalah barang dengan kualitas terbaik dan layak konsumsi. "Jangan sampai ada barang kedaluwarsa yang terdistribusi. Sistem ini akan mendeteksi barang mana yang harus keluar lebih dulu sesuai tanggal masuknya," imbuhnya.
Selain urusan perut dan peralatan, Khofifah juga memperhatikan kebugaran para "pasukan oranye". Kehadiran GOR BPBD Jatim seluas 26 x 14,5 meter persegi diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi personel untuk menjaga fisik dan melakukan pelatihan simulasi. Ketangguhan aparatur di lapangan menjadi faktor penentu kecepatan respons saat keadaan darurat terjadi.
Di sisi lain, peresmian ini juga menjadi momentum bagi Khofifah untuk menebar peringatan dini terkait ancaman El Nino. Ia menginstruksikan seluruh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD kabupaten/kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap musim kemarau ekstrem.
Khofifah memaparkan langkah antisipatif melalui penyediaan pompa air dalam oleh Dinas PU Jatim pada titik-titik rawan kekeringan. Tujuannya jelas: menjaga Indeks Pertanaman (IP) di angka 2,7 agar ketahanan pangan Jawa Timur tetap stabil meski di tengah cuaca ekstrem. "Kita harus melakukan kewaspadaan berganda," pesannya.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menambahkan bahwa pembangunan kedua gedung yang didanai APBD 2025 ini telah melalui proses pendampingan oleh Kejaksaan Tinggi Jatim. Hal itu dilakukan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas proyek yang dikerjakan selama 180 hari kalender tersebut. Kini, dengan fasilitas baru, BPBD Jatim siap tancap gas menghadapi tantangan bencana yang kian kompleks. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: