Negosiasi AS-Iran di Islamabad Digeser ke Sore Hari, Dua Pihak Belum Bertemu

Negosiasi AS-Iran di Islamabad Digeser ke Sore Hari, Dua Pihak Belum Bertemu

Ilustrasi. Perundingan AS dan Iran masih alot. Kedua delegasi belum bertemu. Pertemuan digeser sore hari -AI Generated-

HARIAN DISWAY - Proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, mengalami pergerseran jadwal. Sebelumnya, pertemuan tingkat tinggi itu dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi, 11 April 2026.

Meskipun para delegasi telah tiba malam sebelumnya, hingga siang hari, kedua pihak baik Iran maupun Amerika Serikat (AS) belum bertatap muka. Masing-masing memilih menggelar pertemuan terpisah, terutama dengan negara mediator, yakni Pakistan. 

Tim delegasi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan bertemu terlebih dahulu dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur mediasi untuk mematangkan agenda pembicaraan.

Iran juga dilaporkan memiliki sejumlah "prasyarat" agar mau bertemu dengan delegasi AS. 

Penyesuaian Jadwal Pertemuan

BACA JUGA:Perundingan Islamabad Semakin Tak Menentu, Iran Tetapkan Syarat Prakondisi Agar Mau Bertemu Utusan AS

BACA JUGA:Delegasi Iran Tiba di Islamabad untuk Perundingan, Ghalibaf: Kami Tidak Percaya AS

Laporan dari koresponden di lokasi membantah kabar yang menyebutkan bahwa pembicaraan telah dimulai pada pukul 08.00 pagi waktu setempat. Saat ini, kedua delegasi masih melakukan koordinasi internal dan konsultasi dengan pemerintah Pakistan. Perundingan di Hotel Serena diperkirakan baru akan dimulai pada sore hari, bergantung pada hasil pertemuan awal dengan PM Sharif.

Ketua delegasi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dalam keterangannya di Bandara Islamabad menyatakan bahwa meskipun pihaknya memiliki niat baik untuk bernegosiasi, masalah kepercayaan terhadap pihak Amerika Serikat masih menjadi hambatan utama. Iran datang dengan membawa sepuluh poin tuntutan, yang mencakup aspek penarikan pasukan, pencabutan sanksi, dan pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz.

BACA JUGA:Perundingan Damai AS-Iran di Pakistan Masih Tanda Tanya, Kedua Pihak Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata

BACA JUGA:Trump Setujui 10 Syarat Iran, Gencatan Senjata Dua Pekan Disepakati

Upaya diplomasi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang ditandatangani pada 8 April 2026. Gencatan senjata tersebut mengakhiri konfrontasi militer selama 40 hari yang dipicu oleh peristiwa pembunuhan pemimpin Iran dan sejumlah komandan militer pada akhir Februari lalu.

Pemerintah Pakistan selaku mediator telah menyiapkan pengamanan di wilayah "Red Zone" Islamabad untuk menjamin kelancaran proses ini. Delegasi Amerika Serikat, yang didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner, saat ini berada di kedutaan mereka sebelum bertolak ke lokasi pertemuan.

Fokus utama dalam beberapa jam ke depan adalah apakah pihak Amerika Serikat akan menerima prasyarat yang diajukan oleh delegasi Iran. Jika tercapai kesepakatan mengenai parameter awal tersebut, perundingan akan segera dilanjutkan guna mencari solusi jangka panjang bagi konflik di kawasan tersebut.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: