Zonk! 21 Jam Negosiasi Penuh Drama, Tidak Ada Kesepakatan Dicapai Antara AS-Iran

Zonk! 21 Jam Negosiasi Penuh Drama, Tidak Ada Kesepakatan Dicapai Antara AS-Iran

JD Vance menyampaikan pernyataan resmi di Gedung Putih usai negosiasi panjang dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan.-The White House-Youtube

HARIAN DISWAY - Negosiasi maraton antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad berakhir tanpa hasil. Setelah lebih dari 21 jam pembicaraan, kedua pihak belum berhasil mencapai kesepakatan.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut perundingan menemui jalan buntu karena Iran tidak menerima sejumlah syarat yang diajukan Washington.

Salah satu poin utama yang ditolak berkaitan dengan komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu adalah kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk daripada bagi Amerika Serikat,” ujar Vance dalam pernyataan resminya di Gedung Putih pada Minggu, 12 April 2026.

“Jadi kami kembali ke Amerika Serikat tanpa membawa kesepakatan apapun. Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa saja tuntutan dari kami,” tambahnya.

Vance juga mengatakan ia beberapa kali berkomunikasi dengan Presiden AS Donald Trump selama perundingan berlangsung. Ia menyebut percakapan itu terjadi sekitar enam kali di tengah jalannya negosiasi.

BACA JUGA:Dari Mediator ke Tatap Muka: AS-Iran Mulai Negosiasi Langsung di Islamabad

BACA JUGA:Update Perundingan Islamabad: Iran Adukan Sikap Mencla-Mencle AS ke Pakistan

Meski gagal mencapai titik temu, komunikasi belum sepenuhnya terputus. Melansir dari The Guardian, pemerintah Iran menyatakan meskipun pembicaraan telah ditutup sementara, tetapi akan tetap dilanjutkan di tingkat teknis.

Pertukaran dokumen antara tim ahli dari kedua negara disebut akan menjadi langkah berikutnya. Namun belum ada kepastian kapan putaran negosiasi lanjutan akan kembali digelar.

Pertemuan ini sendiri menjadi momen penting. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, pejabat tinggi AS dan Iran duduk dalam satu forum langsung.

Selama perundingan berlangsung, Islamabad yang merupakan kota berpenduduk lebih dari dua juta jiwa, ditutup total. Ribuan personel paramiliter dan tentara dikerahkan hingga memenuhi jalan-jalan untuk menjaga keamanan.

Di balik meja perundingan, dinamika juga tidak berjalan mulus. Sumber dari Pakistan menyebut suasana pertemuan sempat naik turun akibat “mood swings” dari kedua belah pihak.

Sesi awal bahkan hanya berlangsung sekitar dua jam sebelum delegasi mengambil jeda. Hal ini menunjukkan betapa alotnya pembicaraan sejak awal dimulai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: