AS Optimistis Terkait Putaran Kedua Perundingan dengan Iran, Sebut Ada Harapan Kesepakatan

AS Optimistis Terkait Putaran Kedua Perundingan dengan Iran, Sebut Ada Harapan Kesepakatan

Wapres AS JD Vance berjalan bersama para petinggi pakistan meliputi Panglima Angkatan Bersenjata Asim Munir dan Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar. AS Optimistis perundingan putaran kedua dengan Iran akan berhasil -Jacquelyn Martin/AFP-

WASHINGTON, HARIAN DISWAY – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyatakan optimisme tinggi mengenai kelanjutan negosiasi damai dengan Iran yang direncanakan kembali berlangsung di Pakistan.

Pejabat Gedung Putih mengonfirmasi pada Rabu, 16 April 2026, bahwa diskusi mengenai putaran kedua sedang berjalan dengan prospek pencapaian kesepakatan yang positif.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan kepada media bahwa pembicaraan lebih lanjut sangat mungkin akan kembali digelar di ibu kota Pakistan, Islamabad. Pernyataan ini diperkuat oleh Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa negosiasi bisa dimulai kembali dalam waktu dekat.

"Diskusi tersebut sedang dilakukan dan kami merasa optimis mengenai prospek kesepakatan tersebut," ujar Leavitt.

BACA JUGA:Jelang Perundingan Kedua: Iran Tegaskan Hak Pengayaan Uranium Tak Bisa Diganggu Gugat

BACA JUGA:Iran Soal Kemungkinan Negosiasi Ronde Kedua dengan AS: Tergantung Hasil Kunjungan Panglima Pakistan

Presiden Trump, dalam wawancara telepon dengan New York Post, bahkan memberikan indikasi waktu yang lebih spesifik. Ia menyatakan bahwa putaran kedua perundingan bisa terjadi dalam dua hari ke depan.

Trump juga memuji peran Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, yang dinilai telah bekerja dengan sangat baik dalam menjembatani komunikasi.


Suasana kota Islamabad jelang perundingan AS-Iran yang akan digelar di Hotel Serena dekat Red Zone Islamabad-Farooq Naeem/AFP-

"Anda seharusnya tetap di sana, sungguh, karena sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih condong untuk kembali ke sana (Islamabad,Red)," ujar Trump.

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin putaran pertama, menyebutkan bahwa Iran akan ditawarkan "Grand Bargain" atau kesepakatan besar. Tawaran ini mencakup pengakhiran perang enam minggu dengan Israel dan AS, sekaligus penyelesaian sengketa program nuklir Teheran yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

BACA JUGA:Bawa Pesan Khusus dari Amerika Serikat, Panglima AD Pakistan Kunjungi Teheran

BACA JUGA:Perundingan Islamabad Gagal Total, Iran Sebut Pintu Diplomasi Masih Terbuka

Namun, di balik optimisme tersebut, ketegangan di lapangan masih terasa. Iran mengancam akan menutup perdagangan di Laut Merah kecuali Washington mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhannya. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tujuan AS dan Israel tetap selaras: pembersihan material yang diperkaya dari Iran, penghapusan kemampuan pengayaan, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: