Jelang Perundingan Kedua: Iran Tegaskan Hak Pengayaan Uranium Tak Bisa Diganggu Gugat

Jelang Perundingan Kedua: Iran Tegaskan Hak Pengayaan Uranium Tak Bisa Diganggu Gugat

Jubir Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei mengungkapkan bahwa pengayaan uranium adalah hak Iran yang tak bisa diganggu gugat-Tasnim News Agency-

HARIAN DISWAY - Pemerintah Iran menegaskan tidak akan pernah melepaskan haknya untuk melakukan pengayaan uranium demi kepentingan energi nuklir. Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, dalam konferensi pers mingguan pada Rabu, 16 April 2026.

Pernyataan ini keluar di tengah upaya Pakistan untuk membawa dua pihak yang berperang, Iran dan Amerika Serikat (AS) ke meja perundingan lagi pasca-gagalnya perundingan di Islamabad akhir minggu lalu. 

Baqaei menekankan bahwa hak Iran atas energi nuklir berakar kuat dalam hukum internasional dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Ia membantah berbagai spekulasi media Barat terkait program pengayaan Iran dan menyatakan bahwa hak-hak tersebut bersifat tak bisa ditawar (non-negotiable

"Hak Iran untuk memanfaatkan energi nuklir adalah bagian dari hak yang diberikan oleh keanggotaan kami dalam NPT. Mengenai tingkat dan jenis pengayaan, diskusi tersebut terbuka untuk negosiasi, namun Iran harus tetap dapat melanjutkan pengayaan berdasarkan kebutuhannya," ujar Baqaei kepada wartawan.

BACA JUGA:Bawa Pesan Khusus dari Amerika Serikat, Panglima AD Pakistan Kunjungi Teheran

BACA JUGA:Iran Soal Kemungkinan Negosiasi Ronde Kedua dengan AS: Tergantung Hasil Kunjungan Panglima Pakistan

Pernyataan ini muncul di tengah beredarnya laporan mengenai jalannya negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat baru-baru ini di Pakistan. Baqaei membantah klaim media mengenai kesepakatan spesifik dalam perundingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kesepakatan apa pun harus terlebih dahulu menetapkan kerangka kerja yang komprehensif.

"Sebelum syarat-syarat keseluruhan disepakati, diskusi mengenai hal-hal spesifik, terutama terkait isu kritis seperti perang dan perdamaian yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, masih terlalu dini untuk dilakukan."


Situs Pengayaan Uranium Fordow, Provinsi Qom, Iran. Salah satu yang diserang oleh AS. Dunia menantikan apakah ada dampak radioaktif dari serangan tersebut -Maxar Technology via AFP -


Menanggapi usulan Rusia untuk memindahkan cadangan uranium yang diperkaya milik Iran ke Moskow, Baqaei menyebutkan bahwa dalam setiap perjanjian nuklir memang terdapat banyak opsi. Namun, ia mencatat bahwa pihak-pihak terkait belum mencapai tahap tersebut, merujuk pada pengalaman masa lalu dalam Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

BACA JUGA:Sindiran Cerdas Iran Mematahkan Ancaman Trump

BACA JUGA:Perundingan Islamabad Gagal Total, Iran Sebut Pintu Diplomasi Masih Terbuka

Baqaei juga menyinggung sikap Amerika Serikat yang dinilai terus menunjukkan iktikad buruk sepanjang proses diplomatik. Terkait peran Pakistan, ia mengonfirmasi bahwa pertukaran pesan terus berlangsung sejak hari Minggu lalu. Iran dijadwalkan menjamu delegasi Pakistan hari ini untuk melanjutkan pembahasan mendalam mengenai pandangan kedua belah pihak.

Mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, Baqaei enggan memberikan detail lebih lanjut namun menegaskan bahwa keseriusan Washington harus dievaluasi terlebih dahulu. Menurutnya, pihak Amerika Serikat-lah yang perlu membuktikan komitmen mereka terhadap proses negosiasi yang sedang berjalan.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: