Gencatan Senjata, Presiden Lebanon Tolak Berbicara dengan PM Israel

Gencatan Senjata, Presiden Lebanon Tolak Berbicara dengan PM Israel

PM Israel Benjamin Netanyahu, Donald Trump, dan Presiden Lebanon Joseph Aoun. Meskipun gencatan senjata berhasil dicapai, Joseph menolak untuk berbicara langsung dengan Netanyahu-AFP-

HARIAN DISWAY – Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, upaya untuk mempertemukan pemimpin kedua negara secara langsung melalui sambungan telepon dilaporkan mengalami kegagalan.

Presiden Lebanon Joseph Aoun dikabarkan menolak permintaan AS untuk berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis, 16 April 2026.

Menurut sumber resmi kepada AFP, alih-alih melakukan dialog bilateral dengan pihak Israel, kantor kepresidenan Aoun hanya mengonfirmasi adanya panggilan telepon dengan Presiden Trump. Dalam pembicaraan tersebut, Aoun menyampaikan apresiasi atas upaya pemimpin AS itu dalam mengamankan jeda kemanusiaan.

Langkah diplomatik ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan tingkat duta besar kedua negara di Washington sehari sebelumnya—pertemuan pertama sejak tahun 1993. Melalui platform Truth Social, Trump sempat menyatakan bahwa dirinya mencoba memberikan "ruang bernapas" bagi hubungan Israel dan Lebanon.

BACA JUGA:Trump Umumkan 10 Hari Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Akan Fasilitasi Pertemuan di Gedung Putih

BACA JUGA:AS Dorong Israel–Lebanon Bertemu, Beirut Belum Beri Lampu Hijau

"Mencoba mendapatkan sedikit ruang bernapas antara Israel dan Lebanon," tulis Trump merujuk pada upaya mediasi tersebut.


Ledakan di dekat Kota Nabatieh di Lebanon Selatan pada Minggu kemarin, Israel dan milisi Hizbullah setuju untuk melakukan gencatan senjata selam 10 hari difasilitasi oleh AS-Abbas Fakih/AFP-

Di Beirut, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyambut baik pengumuman gencatan senjata tersebut sebagai tuntutan utama Lebanon sejak hari pertama perang pecah. Sambutan hangat juga datang dari Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, yang menyebut gencatan senjata ini sebagai sebuah "kelegaan".

Namun, situasi di lapangan tetap mencekam hingga detik-detik menjelang pengumuman. Militer Lebanon melaporkan bahwa serangan udara Israel telah menghancurkan Jembatan Qasmiyeh di atas Sungai Litani, yang secara efektif memutus akses wilayah selatan dari wilayah Lebanon lainnya.

Kantor Berita Nasional (NNA) juga melaporkan masih adanya bentrokan sengit antara pejuang Hezbollah dan tentara Israel di Bint Jbeil.

Meskipun Gedung Putih sedang mengupayakan putaran kedua perundingan dengan Iran di Islamabad, seorang pejabat senior administrasi AS menegaskan bahwa penghentian permusuhan antara Israel dan Hezbollah di Lebanon bukanlah bagian dari agenda pembicaraan langsung antara Washington dan Teheran.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: