Cara Unik De Zerbi Bangkitkan Tottenham: Diajak Makan Malam Mewah!
Roberto De Zerbi mengajak skuad Tottenham makan malam mewah demi membangkitkan mental dan kebersamaan tim yang kini tengah terpuruk di zona degradasi.--Getty Images
Pendekatan ini berbeda dari pelatih sebelumnya, Igor Tudor, yang dikenal lebih keras. Tudor sempat melakukan pendekatan serupa, namun gagal dan dipecat setelah kekalahan telak dari Arsenal.
Kini, suasana ruang ganti mulai membaik. Para pemain dinilai lebih nyaman dengan pendekatan De Zerbi yang komunikatif, meski hasil di lapangan masih belum konsisten.
Tantangan Cedera dan Jadwal Berat di Akhir Musim
Upaya Tottenham untuk keluar dari zona degradasi semakin berat setelah kapten tim, Cristian Romero, harus absen hingga akhir musim akibat cedera lutut. Kehilangannya menjadi pukulan besar bagi lini belakang yang sudah rapuh.
Di sisi lain, ada kabar positif dengan kembalinya Rodrigo Bentancur ke latihan penuh usai cedera panjang. Gelandang tersebut diharapkan mampu menambah stabilitas dan pengalaman di momen krusial.
Tottenham masih harus menghadapi jadwal berat, termasuk melawan Brighton & Hove Albion, kemudian bertandang ke markas Aston Villa dan Chelsea. Setiap pertandingan kini menjadi penentu nasib mereka.

Para pemain Tottenham, Connor Gallagher (kiri), Micky Van de Ven (tengah), dan Dominik Solanke (kanan) usai kalah 0-1 lawan Sunderland dalam laga Premier League 2025/2026 matchday ke-32, Minggu 12 April 2026--IMAGO
De Zerbi menyadari tekanan besar tersebut, namun tetap optimistis. “Kami tahu situasinya sulit, tapi saya percaya tim ini punya kualitas untuk bangkit,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya kebersamaan tim. “Kami harus tetap bersatu dan tidak menyerah. Dengan mental yang kuat, kami bisa keluar dari situasi ini,” ujarnya.
BACA JUGA:Atletico Madrid Incar Cristian Romero, Manfaatkan Klausul Khusus dan Keterpurukan Tottenham
BACA JUGA:Tottenham Butuh Keajaiban, Roberto De Zerbi Bisa Jadi Jawaban
Meski ancaman degradasi nyata, posisi De Zerbi relatif aman karena kontraknya tidak memiliki klausul pemutusan jika tim turun kasta. Hal itu menunjukkan bahwa manajemen Tottenham siap membangun proyek jangka panjang bersamanya.
Namun, jika performa tidak segera membaik, upaya membangun kembali mental tim—termasuk makan malam mewah di Mayfair—bisa menjadi sekadar jeda singkat sebelum menghadapi kenyataan pahit turun ke Championship musim depan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber