Modus Penipuan Telepon Hening, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Modus Penipuan Telepon Hening, Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Waspadai modus 'Telepon Hening' yang memanfaatkan keheningan untuk merekam sampel suara Anda. Dengan teknologi AI voice cloning, satu kata 'Halo' saja bisa disalahgunakan untuk penipuan digital.-Dagens News-Pinterest

Agar tidak menjadi korban, kenali tanda-tanda berikut:

  • Nomor Tidak Dikenal: Panggilan biasanya berasal dari nomor luar negeri (+kode negara) atau nomor lokal yang belum pernah disimpan.
  • Hening Total saat Diangkat: Tidak ada suara, napas, atau noise latar. Panggilan sering terputus sendiri setelah 5–10 detik.
  • Tidak ada Respons Meski Anda Bicara: Pelaku sengaja diam untuk memancing Anda mengucapkan kata-kata pendek.
  • Panggilan Berulang dari Nomor Berbeda: Beberapa panggilan hening mungkin muncul dalam waktu singkat.
  • Label Spam di Aplikasi Telepon: Banyak nomor sudah ditandai "Penipuan" atau "Spam" oleh komunitas pengguna.

Langkah Praktis Melindungi Diri dan Keluarga

Berikut rekomendasi langkah-langkah untuk menghindari modus ini:

BACA JUGA:Polri Ingatkan Masyarakat Untuk Waspada Email Palsu, Jadi Modus Penipuan Siber Terbaru

BACA JUGA:Hati-Hati! Tiga Modus Penipuan Link Klaim DANA Kaget

Terapkan "silent first" saat terpaksa mengangkat panggilan dari nomor tidak dikenal, diam dulu selama 3–5 detik.

Biarkan penelepon yang berbicara terlebih dahulu. Jangan langsung mengucapkan "Halo" atau "Ya" yang bisa direkam sebagai sampel suara.

Jangan pernah menelepon balik nomor yang mencurigakan. Biasanya merupakan premium rate atau digunakan untuk verifikasi nomor aktif.

Menelepon balik justru dapat mengonfirmasi bahwa nomor Anda aktif, memicu lebih banyak panggilan spam.

BACA JUGA:Awas! Modus Penipuan menggunakan Undangan Pernikahan untuk Bobol Rekening

BACA JUGA:Penipuan Pemancingan Saldo Mengatasnamakan Bea Cukai: Modus, Ciri, dan Cara Mencegahnya

Aktifkan fitur keamanan di pada ponsel. Gunakan fitur "Filter panggilan tidak dikenal" di pengaturan telepon, atau instal aplikasi keamanan seperti Truecaller yang dapat mendeteksi dan memblokir nomor spam secara otomatis.

Setel verifikasi ganda untuk permintaan mendesak. Jika menerima panggilan "darurat" dari keluarga yang meminta transfer uang atau data pribadi, jangan langsung bertindak.

Hubungi nomor lain yang sudah Anda simpan, atau ajukan pertanyaan rahasia yang hanya diketahui anggota keluarga.

Edukasi orang terdekat. Bagikan informasi ini kepada orang tua, saudara, atau kerabat yang mungkin lebih rentan terhadap penipuan digital. Kesadaran kolektif adalah pertahanan terbaik melawan kejahatan yang mengandalkan kelengahan korban.

BACA JUGA:Penipuan Terorganisir Menggunakan Deepfake AI Meningkatkan Selama Tahun 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: iascojk