Pemulangan Jenazah Prajurit AS dari Biak Dapat Apresiasi Pentagon

Pemulangan Jenazah Prajurit AS dari Biak Dapat Apresiasi Pentagon

Deskripsi: Inisiatif kemanusiaan lintas negara dalam pemulangan jenazah prajurit Amerika Serikat dari Biak, Papua, mendapat perhatian internasional hingga forum Pentagon.-Dok. Kodau III-

MAKASSAR, HARIAN DISWAY - Proses pemulangan sisa-sisa jenazah prajurit Amerika Serikat dari Biak, Papua, menuai perhatian internasional setelah diangkat dalam forum resmi di Pentagon, Amerika Serikat.

Berdasarkan video yang dirilis Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bertajuk “ASRIaman RI kembalikan jenazah prajurit AS pasca PD II”, upaya kemanusiaan ini menjadi simbol kuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Inisiatif tersebut bermula dari pertemuan tidak terencana di Biak antara Panglima Komando Operasi Udara III, Marsda TNI Dr. Azhar Aditama Djojosoegito, dengan Presiden Indonesia Diaspora Network (IDN) Los Angeles, Butce Lie.

Dalam pertemuan itu, Azhar menyampaikan keprihatinannya terhadap masih ditemukannya sisa-sisa jenazah prajurit Amerika Serikat di kawasan Goa Jepang, Biak. Jenazah tersebut telah lama dikumpulkan, namun belum mendapatkan pemulangan atau pemakaman yang layak.


Panglima Komando Operasi Udara III Marsda TNI Dr. Azhar Aditama Djojosoegito dan Presiden Indonesia Diaspora Network (IDN) Los Angeles, Butce Lie.-Dokumen Pribadi-

“Bagi seorang prajurit, mereka yang gugur tidak pernah benar-benar selesai sebelum dipulangkan dengan kehormatan,” menjadi semangat yang mendorong langkah lanjutan.

Merespons hal tersebut, Butce Lie segera menginisiasi komunikasi lintas negara. Ia mengirimkan surat kepada Pentagon guna membuka jalur koordinasi resmi, yang kemudian ditindaklanjuti melalui Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

Upaya tersebut diperkuat melalui pendekatan kepada perwakilan legislatif Amerika Serikat, memanfaatkan jejaring diaspora Indonesia di luar negeri.

Seiring berjalannya waktu, komunikasi antara kedua negara semakin intensif. Kedutaan Besar Amerika Serikat kemudian mengirim Atase Militer ke Biak untuk melakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

BACA JUGA:HUT ke-80 TNI AU: Jet Tempur F-16 dan T-50 Kawal Penerbangan Presiden Prabowo

BACA JUGA:PDIP Desak PBB Tindak Tegas Serangan terhadap Prajurit TNI di Lebanon

Dalam proses ini, lembaga Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA) turut dilibatkan untuk melakukan pencarian serta identifikasi jenazah secara ilmiah dan profesional.

Hasilnya, sisa-sisa jenazah prajurit yang ditemukan berhasil dievakuasi ke Jakarta untuk proses identifikasi lanjutan sebelum dipulangkan ke Amerika Serikat dengan penghormatan militer.

Dalam pertemuan resmi di Pentagon, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima apresiasi dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat atas dukungan Indonesia dalam proses tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: