DPC PDIP Tuban Tanam “Pohon Pancasila”, Dorong Diversifikasi Pangan

DPC PDIP Tuban Tanam “Pohon Pancasila”, Dorong Diversifikasi Pangan

Penanaman tanaman pendamping beras jenis Sukun digalakkan oleh DPC PDI Perjuangan guna memperkuat ketahanan pangan lokal.-Nia Kurnia-

TUBAN, HARIAN DISWAY - Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten TUBAN menggelar gerakan penanaman tanaman pendamping beras, salah satunya pohon sukun, sebagai tindak lanjut instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Program ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 April 2026, dengan melibatkan kader hingga tingkat ranting.

Ketua DPC PDIP Tuban, Ony Setiawan, mengatakan gerakan tersebut merupakan langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras.

“Ibu Megawati telah menginstruksikan agar kader partai menjadi pelopor diversifikasi pangan. Di Tuban, kami mulai dari penanaman sukun,” ujarnya, Jumat, 18 April 2026.

Instruksi ini sebenarnya telah digaungkan sejak 2020, saat dunia menghadapi ancaman krisis pangan akibat pandemi COVID-19. Sedikitnya terdapat 10 komoditas yang didorong untuk dikembangkan, di antaranya singkong, ubi jalar, jagung, sukun, porang, sorgum, pisang, sagu, talas, dan hanjeli.

BACA JUGA:DPC PDIP Kota Pasuruan Prioritaskan Konsolidasi dan Program Kerakyatan

BACA JUGA:Manfaatkan AI, PDIP Jatim Gaet Kader Muda lewat Kaderisasi Pra-Pratama

Menurut Ony, diversifikasi pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyangkut kedaulatan pangan nasional. Ketergantungan pada satu komoditas dinilai berisiko, terutama di tengah dinamika global.

“Kita harus punya alternatif sumber karbohidrat agar tidak bergantung pada impor,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, kader PDIP di Tuban didorong menanam minimal satu jenis tanaman alternatif di pekarangan rumah maupun lahan tidak produktif. Selain sukun, DPC juga menyiapkan uji coba pengembangan sorgum sebagai komoditas pangan alternatif.

Sukun dipilih karena dinilai memiliki berbagai keunggulan. Selain kaya karbohidrat dan serat, tanaman ini mudah dibudidayakan dan mampu tumbuh di berbagai kondisi lahan. Dari sisi ekonomi, sukun juga berpotensi diolah menjadi berbagai produk pangan, termasuk tepung.


DPC PDI Perjuangan Tuban menggerakkan penanaman tanaman alternatif seperti sukun sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada beras.-PDIP Jatim-

Tidak hanya itu, sukun juga memiliki manfaat ekologis. Sistem perakarannya mampu menyerap air dan membantu mencegah erosi, sekaligus menjaga ketersediaan air tanah.

Ony menambahkan, penanaman sukun memiliki nilai historis dan ideologis. Ia merujuk pada kisah Soekarno yang mendapatkan inspirasi dasar negara saat merenung di bawah pohon sukun di Ende, Flores—yang kemudian dikenal sebagai “Pohon Pancasila”.

“Ini bukan sekadar kegiatan pertanian, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kemandirian bangsa,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: