Pengembang Ingatkan Remaster Fallout New Vegas Sulit Terwujud, Bethesda Terkendala Kode

Pengembang Ingatkan Remaster Fallout New Vegas Sulit Terwujud, Bethesda Terkendala Kode

Todd Howards selaku pengembang game Bethesda ungkap bahwa game Fallout tak mungkin diremake. --Gamerant

HARIAN DISWAY - Remaster Fallout New Vegas disebut sulit terwujud. Karena kendala teknis terkait kode sumber yang tidak dimiliki Bethesda.

Pernyataan itu disampaikan oleh Chris Avellone, mantan pengembang dari Fallout: New Vegas. Dilansir The Gamer, ia menilai harapan penggemar terhadap versi remaster sebaiknya tidak terlalu tinggi.

Avellone mengungkap bahwa keterbatasan teknis menjadi hambatan utama bagi Bethesda untuk menggarap ulang game tersebut.

Selain itu, Avellone menjelaskan bahwa masalah utama terletak pada absennya kode sumber lengkap dari pengembang awal, Obsidian Entertainment.


Proyek remake atau remaster Fallout 3 dan New Vegas kembali mencuat, beberapa asumsi pun muncul di media sosial. --Gamerant

BACA JUGA:Call of Duty Warzone Gandeng Fallout: Hadirkan Game Berebut Power Armor dan Bertahan di Zona Radiasi

BACA JUGA:Todd Howard Isyaratkan Remaster Fallout 3 dan New Vegas Sedang Digarap, Bisa Jadi Dirilis Mendadak

Kode tersebut dinilai sangat penting. Sebab, dapat digunakan untuk membangun ulang game dengan teknologi modern.

Menurut Avellone, Bethesda pernah mencoba memperoleh kode tersebut dari CEO Obsidian Feargus Urquhart.

Namun, tawaran sebesar 10.000 dolar AS yang diajukan saat itu tidak diterima. Sehingga proses pengembangan ulang tidak bisa dilanjutkan secara optimal.

“Sebagian kode mungkin ada. Tetapi banyak pihak setelahnya tidak mengetahui bagaimana menyusunnya kembali,” ujarnya dalam wawancara dilansir GamesRadar. Hal itu menunjukkan kompleksitas teknis yang menghambat proses remaster.

BACA JUGA:Obsidian Rayakan 15 Tahun Fallout: New Vegas dengan Panel Spesial di Fallout Fan Celebration 2025

BACA JUGA:Bethesda Isyaratkan Remaster Fallout, Bukan Remake Penuh

Sementara itu, meskipun saat ini kedua perusahaan berada di bawah naungan Microsoft, kondisi tersebut tidak otomatis menyelesaikan persoalan teknis yang sudah lama terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: thegamer.com