Wiwin Sumrambah Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Jombang

Wiwin Sumrambah Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal di Jombang

WIWIN SUMRAMBAH dari Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya kearifan lokal dalam masyarakat.--PDIP Jatim

HARIAN DISWAY - Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menekankan pentingnya penguatan pendidikan keluarga berbasis kearifan lokal sebagai upaya membangun kembali karakter generasi muda.

Hal itu disampaikan Wiwin saat menggelar sarasehan bertajuk Penguatan Pendidikan Keluarga Berbasis kearifan lokal di wilayah Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, pada Sabtu malam, 18 April 2026. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga yang antusias mengikuti jalannya diskusi.

Dalam forum tersebut, Wiwin mengaku prihatin terhadap perubahan perilaku sebagian anak muda saat ini. Dia menyebut, keluhan utama para orang tua adalah pergaulan bebas anak mereka. Juga, tata krama anak dalam keluarga yang dinilai mulai memudar.

"Banyak orang tua yang mengadu karena melihat perubahan karakter anak-anaknya. Mulai dari pergaulan hingga sikap di rumah yang dinilai kurang mencerminkan nilai-nilai kesopanan," ujar Wiwin.

BACA JUGA:DPC PDIP Jombang Jaga Kesinambungan Ideologi Partai dari Generasi ke Generasi

BACA JUGA:Posko Mudik DPC PDIP Kabupaten Jombang Sediakan Ambulans dan Fasilitas Gratis 24 Jam

Menurut dia, keluarga memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, pendidikan berbasis nilai-nilai budaya lokal dinilai penting untuk diperkuat kembali di lingkungan keluarga.

Wiwin menekankan, orang tua perlu mengenalkan kembali tradisi dan kebiasaan luhur warisan nenek moyang kepada anak-anak mereka. Dengan begitu, generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri.

"Anak-anak harus dikenalkan kembali pada budaya dan kearifan lokal. Dari situ akan tumbuh rasa cinta terhadap identitasnya sebagai bagian dari bangsa," kata Wiwin yang merupakan wakil rakyat Jatim dari Fraksi PDIP.

Wiwin juga mengingatkan, dalam mendidik anak, pendekatan yang digunakan harus mengedepankan kelembutan dan kesabaran. Cara komunikasi yang baik, menurutnya, akan membuat anak lebih mudah menerima arahan orang tua.

BACA JUGA:Semangat Kartini Jadi Inspirasi DPC PDIP Kabupaten Mojokerto Rawat Budaya Bumi Mojopahit

BACA JUGA:Musancab Trenggalek di Hari Kartini, PDIP Pastikan Keterwakilan 30 Persen Perempuan

Selain itu, dia menyoroti pengaruh budaya luar dan penggunaan gawai yang dinilai semakin dominan dalam kehidupan anak-anak. Dia mengajak orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak.

"Perlu ada pendampingan dalam penggunaan gadget. Jika tidak memberi dampak positif atau tidak mendorong kreativitas, sebaiknya penggunaannya dibatasi," tuturnya.

Tak hanya itu, Wiwin juga mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan kekayaan budaya, termasuk kuliner tradisional yang dinilai lebih sehat dan bernilai gizi tinggi dibanding makanan modern yang tengah tren di kalangan anak muda.

Dia berharap, pemerintah melalui lembaga pendidikan dapat memperkuat kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya lokal.

BACA JUGA:Program BERJUALAN DPC PDIP Kota Batu Sasar Warga yang Luput dari APBD

BACA JUGA:Deni Wicaksono Tekankan Restrukturisasi PDIP Madiun, Siapkan Mesin Politik 2029

"Pendidikan harus mampu mencetak generasi yang cerdas dan berprestasi, tanpa kehilangan jati diri budaya bangsa," tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: