Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Blokade Laut Tetap Dipertahankan

Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Blokade Laut Tetap Dipertahankan

Presiden AS Donald Trump nyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran diperpanjang untuk memberikan waktu Iran merumuskan proposal perdamaian-Alex Wong/Getty Images NA via AFP -

HARIAN DISWAY - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata dengan Iran pada Selasa malam, 21 April 2026 waktu Washington DC.

Pengumuman ini hanya beberapa jam sebelum masa berlaku kesepakatan tersebut berakhir pada Rabu, 22 April 2026. Keputusan ini diambil guna memberikan ruang bagi proses negosiasi, menyusul permintaan dari mediator Pakistan.

Melalui unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa penundaan serangan ini dilakukan atas permohonan langsung dari pemimpin Pakistan, di antaranya Jenderal Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

Langkah ini dimaksudkan agar kepemimpinan Iran yang disebut Trump tengah "terpecah" memiliki waktu untuk merumuskan proposal perdamaian yang terpadu.

BACA JUGA:Gencatan Senjata Diperpanjang, Iran Tetap Akan Blokir Selat Hormuz

"Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sedang sangat terfragmentasi, dan atas permintaan Field Marshall Asim Munir serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta untuk menahan serangan terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat memberikan proposal yang terpadu," katanya. 


Kapal MSC Fransesca berbendera Panama. Salah satu kapal yang dilaporkan diserang oleh angkatan laut IRGC dan dipaksa berlayar menuju titik tertentu. -vesselfinder.com-

Meskipun serangan militer ditangguhkan, Trump menegaskan bahwa tekanan ekonomi melalui jalur laut tidak akan mereda. Ia telah memerintahkan militer AS untuk tetap mempertahankan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran sepanjang pesisir Selat Hormuz.

Selain operasional blokade tersebut, kekuatan militer AS dinyatakan tetap dalam posisi siaga penuh.

BACA JUGA:AS dan Iran Nyatakan Siap Tempur Jelang Berakhirnya Tenggat Gencatan Senjata

Perpanjangan gencatan senjata ini akan berlaku hingga Iran mengajukan proposal resmi dan diskusi antar kedua belah pihak diselesaikan. Namun, di saat yang sama, prospek perundingan langsung menemui hambatan.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden JD Vance batal berangkat ke Pakistan untuk menghadiri apa yang semula diprediksi sebagai putaran kedua pembicaraan damai.

"Perjalanan ke Pakistan tidak akan dilakukan hari ini. Pembaruan lebih lanjut mengenai pertemuan tatap muka akan diumumkan oleh Gedung Putih," ujar seorang pejabat Gedung Putih dalam pernyataan resminya pada Selasa malam.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: