Update Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Korban Tewas Jadi 7 Orang, Evakuasi Masih Berlangsung

Update Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Korban Tewas Jadi 7 Orang, Evakuasi Masih Berlangsung

Sejumlah korban tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, terjepit oleh badan gerbong.-Foto: Dimas Rafi/Disway.id-

BEKASI, HARIAN DISWAY - Jumlah korban dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah.

Hingga Selasa pagi, 28 April 2026, korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 7 orang, sementara puluhan lainnya masih menjalani perawatan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut total korban luka mencapai 81 orang. Seluruh korban telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA:Driver Ojol Ungkap Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi, Taksi Listrik Mogok di Rel Diduga Jadi Pemicu

BACA JUGA:Update Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: 4 Tewas, 74 Luka, Ini Update Data Korban dan Kronologi Lengkapnya!

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan perkembangan terbaru di lokasi kejadian.


Suasana riuh dan kepanikan penumpang terlihat di Stasiun Bekasi Timur imbas kecelakaan Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line. --Dimas Rafi

"Jumlah korban yang terjadi kecelakaan kereta tadi malam meninggal dunia itu tujuh orang. Dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang," kata Bobby kepada wartawan dikutip disway.id.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses evakuasi masih berlangsung, dengan beberapa korban masih terjepit di dalam rangkaian kereta.

BACA JUGA:Penampakan Gerbong Wanita KRL Hancur Ditabrak Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

BACA JUGA:Kronologi Kecelakaan KRL dan KA Agro Bromo di Bekasi, Gerbong Wanita Hancur Total

"Evakuasi ini terus terang cukup lama selama 8 jam dan kita lakukan sangat hati-hati sekali," kata Bobby.

Evakuasi Sulit, Tim SAR Lakukan Pemotongan Gerbong

Proses penyelamatan dilakukan dengan metode khusus mengingat kondisi korban yang terjepit di antara material kereta.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Mohammad Syafii, menjelaskan tim menggunakan teknik pemotongan dan pengangkatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: