KAI Tanggung Biaya Korban Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek, 14 Tewas dan 84 Luka
KAI memastikan seluruh biaya korban tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek ditanggung, dengan 7 tewas dan 80 luka-luka.--Instagram
JAKARTA, HARIAN DISWAY - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh korban dalam insiden tabrakan kereta mendapatkan jaminan penanganan penuh, baik bagi korban luka maupun yang meninggal dunia.
Seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal disebut ditanggung oleh pihak asuransi bersama KAI. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.
Sementara itu, dari penumpang KRL, tercatat tujuh orang meninggal dunia dan 80 lainnya mengalami luka-luka. Para korban kini telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
KAI juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pendampingan kepada korban dan keluarga terdampak. Termasuk memastikan proses penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
BACA JUGA:Update Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 14 Tewas, 84 Luka, Evakuasi Masih Berlanjut
BACA JUGA:KAI Tutup Sementara Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan Kereta, KRL Hanya Sampai Bekasi
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, dibutuhkan waktu lama untuk proses evakuasi.
"Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena terdapat korban yang masih hidup dan membutuhkan penanganan secara hati-hati. Tim medis, Basarnas, serta tim KAI terus berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik kepada seluruh korban," kata Anne dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.
Untuk membantu keluarga korban memperoleh informasi, KAI telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur. Posko ini difungsikan sebagai pusat layanan informasi terkait data penumpang.
Akibat kejadian tersebut, operasional di Stasiun Bekasi Timur untuk sementara dihentikan. Layanan KRL juga dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
Di akhir pernyataannya, Anne menyampaikan belasungkawa sekaligus permohonan maaf kepada para pelanggan atas peristiwa yang terjadi.
BACA JUGA:Green SM Indonesia Buka Suara soal Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur
BACA JUGA:Update Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Korban Tewas Jadi 7 Orang, Evakuasi Masih Berlangsung
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujarnya.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: disway.id