Zikir dan Doa Kebangsaan: Enam Pemuka Agama Berdoa Bersama untuk Indonesia
Suasana khidmat saat enam pemuka agama memimpin Doa Kebangsaan bersama lebih dari 100 ribu jemaah di Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026), sebagai pembuka rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.-Youtube Kemenag RI-
HARIAN DISWAY - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu malam, 1 Agustus 2026.
Di hadapan lebih dari 100 ribu peserta, enam pemimpin agama berdiri bergantian memanjatkan doa kebangsaan menurut keyakinan masing-masing. Meski berbeda tata cara berdoa, seluruh doa bermuara pada harapan yang sama yaitu Indonesia yang damai, bersatu, adil, dan semakin makmur.
Momen doa lintas agama menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam rangkaian Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar sebagai pembuka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Ribuan peserta larut dalam keheningan saat setiap pemuka agama bergantian memimpin doa sesuai ajaran dan tradisi masing-masing.
Pembacaan doa diawali oleh Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, mewakili umat Kristen Protestan. Dalam doanya, ia memohon agar Indonesia tetap kokoh dalam persaudaraan di tengah keberagaman serta dijauhkan dari perpecahan.
"Ya Tuhan, satukanlah kami dalam keutuhan dan persaudaraan kebangsaan yang sejati, agar perbedaan yang ada justru memperkaya, bukan memisahkan," doanya.
BACA JUGA:Kemenag Pangkas Perjalanan Dinas hingga 65 Persen, Fokus Jaga Layanan Publik
BACA JUGA:Jelang Akhir Tahun, Pegiat Budaya Se-Surabaya Gelar Doa Bersama untuk Bangsa
Selanjutnya, doa dipimpin Sekretaris Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Fransiskus Yance Sengga, mewakili umat Katolik. Ia mengajak seluruh elemen bangsa menjadi pembawa kasih, pengampunan, kerukunan, dan harapan.
"Semoga seluruh elemen bangsa ini belajar untuk terus menjadi pembawa damai, bila terjadi perselisihan, jadikanlah kami pembawa kerukunan," demikian penggalan doa yang dipanjatkannya.
Doa kemudian dipanjatkan oleh Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), Pinandita Gede Pastika, mewakili umat Hindu. Ia memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar bangsa Indonesia senantiasa diberi keselamatan, kesehatan, persatuan, serta dijauhkan dari perpecahan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Melalui Doa Kebangsaan ini, lindungi kami dari perpecahan, jauhkan kami dari sifat iri, dengki, dan keserakahan," ucapnya dalam doa.
Suasana khidmat berlanjut ketika Wakil Sekretaris Jenderal Sangha Agung Indonesia, Bhikkhu Bhadranatha Thera, memimpin doa bagi umat Buddha. Ia memohon agar Indonesia senantiasa berada dalam lingdungan Tuhan Yang Maha Esa serta terbebas dari berbagai musibah dan perpecahan.
"Semoga Indonesia terbebas dari bencana, perselisihan, dan segala bentuk malapetaka. Semoga Indonesia semakin jaya, bersatu, kuat, kokoh, dan rukun," doa Bhikkhu Bhadranatha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: