KRL Bekasi Timur–Cikarang Ditargetkan Beroperasi Siang Ini, Tunggu Izin KNKT

KRL Bekasi Timur–Cikarang Ditargetkan Beroperasi Siang Ini, Tunggu Izin KNKT

KAI menargetkan KRL Bekasi Timur–Cikarang kembali beroperasi Rabu siang setelah mengantongi izin KNKT, dengan uji keselamatan masih berlangsung.--youtube

BEKASI, HARIAN DISWAY - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan layanan KRL lintas Bekasi Timur–Cikarang kembali beroperasi pada Rabu siang, setelah menunggu izin dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Pembukaan kembali layanan ini dilakukan menyusul proses pemulihan pascakecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

Pihak KAI menyatakan saat ini tengah melakukan serangkaian uji coba untuk memastikan seluruh aspek operasional aman sebelum layanan kembali dibuka untuk publik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, operasional KRL akan dibuka kembali setelah mendapat persetujuan dari KNKT.

“Apabila sudah ada clearance dari KNKT, siang ini kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beroperasi lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan, proses persiapan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengujian rel dan sistem persinyalan guna menjamin keselamatan perjalanan kereta.

BACA JUGA:14 Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, KAI Amankan Barang-Barang Milik Korban

BACA JUGA:Wacana Pindah Gerbong Perempuan KRL, Respons AHY: Ini Bukan soal Laki dan Perempuan

“Saat ini kami dalam tahapan proses persiapan uji coba, baik uji coba rel, persinyalan, dan sebagainya untuk memastikan bahwa stasiun ini sudah bisa melayani kembali. Yang paling utama adalah keselamatan,” lanjutnya.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin juga memastikan bahwa pembukaan kembali layanan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tidak terburu-buru.

“Seperti yang disampaikan tadi, insyaallah siang nanti kita akan mulai membuka kembali layanan KRL Cikarang Line yang akan beroperasi dan berfrekuensi sama dengan sebelumnya,” ujarnya.

Meski demikian, operasional kereta di lokasi kejadian masih disertai pembatasan kecepatan sebagai bagian dari rekomendasi keselamatan.

“Untuk pemakaian jalur ini kami masih melakukan pembatasan kecepatan 30 kilometer per jam di stasiun ini,” tambah Bobby.

Sementara itu, jalur kereta api untuk perjalanan jarak jauh telah lebih dulu dibuka secara bertahap setelah dinyatakan aman dilalui, meski tetap dalam pengawasan ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: pernyataan resmi kai