Pembantaian Sadis oleh Geng Remaja di Bantul, Yogyakarta: Pelajar Masuk Geng

Pembantaian Sadis oleh Geng Remaja di Bantul, Yogyakarta: Pelajar Masuk Geng

ILUSTRASI Pembantaian Sadis oleh Geng Remaja di Bantul, Yogyakarta: Pelajar Masuk Geng.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Pelajar SMAN 1 Bambanglipuro, Yogyakarta, Ilham Dwi Saputra, 16, tewas dikeroyok tujuh pria dari Geng Tores. Motifnya dendam. Ilham anggota Geng Kuras. Dua geng itu sering konflik. Dan, Geng Tores pilih mengeroyok Ilham.

UNIKNYA geng remaja itu begini: mereka kumpulan anak-anak nakal. Mereka membentuk geng sebagai wujud unjuk kekuatan fisik terhadap remaja lain. Namun, mereka kerap mencari mangsa yang lemah. Caranya, mengeroyok.

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto kepada wartawan, Selasa, 28 April 2026, mengatakan, ”motifnya dendam. Jadi, memang ada perselisihan sebelumnya. Tujuh pelaku sudah kami tangkap.”

Dijelaskan konstruksi perkara, Geng Tores dan Geng Kuras sering berkelahi. Geng Kuras beranggota sebagian pelajar, sebagian bukan. Usia mereka 15 sampai 21 tahun. Geng Tores mayoritas bukan pelajar. Usia mereka kurang lebih sama dengan Kuras.

BACA JUGA:Bullying dan Geng Sekolah

BACA JUGA:Geng Tai SMA Binus BSD

Dalam empat kali berkelahi, Geng Tores selalu kalah. Maka, mereka dendam. Mereka niat balas dendam. Dipilihlah anggota Geng Kuras yang paling rentan, Ilham. 

Kejadian pada Selasa malam, 14 April 2026. Kronologinya demikian:

Ayah Ilham bernama Sugeng Riyanto kepada wartawan menjelaskan, malam itu Ilham berada di rumah. Sekitar pukul 21.30 WIB Sugeng dan kakak Ilham masuk kamar, hendak tidur.

Sugeng: ”Di dalam kamar saya belum tidur, sekitar pukul 22.00 anak saya dijemput orang. Penjemputnya dua laki-laki naik motor Nmax. Ilham tidak membawa motor. Itulah saat terakhir kami bersama Ilham.”

Berarti, Ilham dijemput, lalu mereka naik motor bertiga.

Selanjutnya, Sugeng mendapat cerita dari teman Ilham, malam itu Ilham dibawa para penjemputnya ke belakang salah satu SMAN di Bambanglipuro, Bantul. Sesampai di lokasi, muncul dua orang berboncengan mengendarai motor Honda Scoopy.

Sugeng: ”Kemudian, empat orang itu membawa anak saya ke Lapangan Gadung Melati, Pandak. Itu sempat diikuti secara diam-diam oleh teman Ilham. Tapi, di lapangan ternyata ada enam orang lagi dengan menunggu. Jadi, semuanya sepuluh orang mengeroyok Ilham.”

Versi kapolres, demikian: ”Otak pelaku adalah JMA, 23, warga Pakualaman, Kota Jogja. JMA disebut memerintah BLP, 18, dan YP, 21, menghubungi korban Ilham melalui media sosial untuk menantangnya berkelahi,” kata AKBP Bayu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: