Kematian Dokter Muda Internship Terus Terjadi, MGBKI Tuntut Evaluasi Menyeluruh

Kematian Dokter Muda Internship Terus Terjadi, MGBKI Tuntut Evaluasi Menyeluruh

MGBKI menggelar media briefing daring guna menyikapi kasus kematian berulang dokter internship dan mendesak audit menyeluruh terhadap sistem kerja serta jam kerja yang tidak manusiawi.--

HARIAN DISWAY - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) menyerukan keprihatinannya terhadap kasus-kasus kematian dokter muda magang (internship) yang terjadi baru-baru ini.

Kasus terbaru yang menjadi sorotan adalah kematian dokter internship Fakultas Kedokteran UNSRI dr. Myta Aprilia Azmi yang bertugas di RSUD K.H Daud Arif Kuala Tungkal, Jambi diduga karena beban kerja yang berlebihan.

Dilansir dari disway,id, Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) menyebut bahwa Myra bekerja selama tiga bulan tanpa libur di IGD.

BACA JUGA: 5 Fakta Dokter Internship Unsri Meninggal, Dipaksa Masuk saat Sesak Napas hingga Beban Kerja Berlebih

BACA JUGA: Sosok Myta Aprilia Azmy, Dokter internship Meninggal Diduga Kerja Tanpa Libur 3 Bulan

Selain itu, IKA FK Unsri juga menyampaikan bahwa Myra dipaksa untuk jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi. 

IKA FK Unsri menilai bahwa beban kerja yang berlebihan tersebut melanggar aturan Kemenkes mengenai status dokter internship sebagai dokter magang. 

Kematian para dokter muda ini dinilai menjadi peringatan keras bagi tata kelola pendidikan kedokteran dan sistem internship di Indonesia yang dianggap memerlukan pembaharuan secara menyeluruh. 

Ketua Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) Budi Iman Santoso, menyatakan penolakan keras terhadap segala bentuk eksploitasi, beban kerja, serta jam kerja yang tidak manusiawi bagi peserta pendidikan kedokteran. 

BACA JUGA: Kemenkes Respons Dokter Internship Meninggal Diduga karena Beban Kerja

BACA JUGA: IKA FK Unsri kawal kasus kematian dokter internship

MGBKI mencatat sedikitnya ada empat dokter muda internship yang meninggal dunia di beberapa wilayah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Sumatera. 


Fakta wafatnya dokter internship Unsri Myta Aprilia Azmy terungkap, mulai dari perawatan intensif hingga dugaan tekanan kerja tinggi di lokasi tugas--LinkedIn Myta Aprilia Azmy

“Penugasan tanpa supervisi yang memadai serta pembiaran terhadap kondisi sakit peserta pendidikan merupakan bentuk kegagalan tata kelola yang tidak dapat dibenarkan,” tegas  Budi Iman Santoso.

Selanjutnya, MGBKI juga mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes), institusi pendidikan dan rumah sakit, serta wahana pendidikan untuk segera melakukan audit independen terhadap kronologis sistem supervisi, beban kerja, hingga budaya kerja yang menyertai kejadian tersebut secara transparan.

Budi juga menekankan pentingnya menghentikan segala bentuk intimidasi dan victim blaming terhadap para peserta yang berani menyuarakan isu keselamatan kerja. 

BACA JUGA: Tiga dokter magang meninggal, Kemenkes evaluasi RS wahana & kebijakan

BACA JUGA: Kemenkes lakukan PE respons dokter yang meninggal akibat suspek campak

Terkait rekomendasi kebijakan, MGBKI mengusulkan lima poin utama. Poin-poin tersebut meliputi pembentukan tim audit independen nasional, penetapan moratorium sementara bagi wahana pendidikan yang tidak memenuhi standar supervisi, serta penyusunan standar nasional beban kerja dokter internship. 

Selanjutnya, MGBKI juga mendesak adanya dokter supervisor yang aktif 24 jam serta melakukan evaluasi nasional terhadap seluruh wahana internship dan pendidikan klinik. 

Sementara itu, anggota MGBKI Muhammad Akbar, menyoroti adanya pergeseran fungsi program internship di lapangan. 

Ia mengungkapkan bahwa banyak dokter muda yang mengeluh kelelahan karena dipekerjakan melebihi batas waktu.

BACA JUGA: Kemenkes bakal kirim dokter magang-RS vertikal respons bencana Sumatra

BACA JUGA: Kemenkes atur penempatan dokter magang untuk korban banjir Aceh

“Niat awal internship itu kan meningkatkan kompetensi dokter dari level 4A ke level 4B. Namun fakta di lapangan tidak seperti itu. Ada beberapa adik-adik internship yang curhat bahwa mereka malah dipekerjakan di IGD overtime, bahkan jika rumah sakit akan diakreditasi, mereka disuruh mengerjakan borang-borang akreditasi,” ungkap Akbar.

MGBKI berharap Kementerian Kesehatan tidak hanya melihat permasalahan ini dari kacamata administrasi semata, melainkan meninjau langsung bagaimana proses pembelajaran dan pelayanan berjalan di lapangan.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: