'Umroh' Rasa Ampel: Mengalihkan Aliran Devisa ke Kantong UMKM Surabaya
Dolar mahal, Ampel solusinya! Dukung UMKM Surabaya lewat wisata religi rasa Madinah yang hemat.-Nano Banana 2-Nano Banana 2
Setiap buka grup WA kumpulan jamaah masjid dan keluarga, isinya keluhan: “Umroh sekarang 30-45 juta, belum visa, belum oleh-oleh.”
Sementara kurs dollar tembus 16 ribu, tiket pesawat ke Saudi naik gila-gilaan. Di titik ini kita harus jujur: umroh bukan lagi panggilan untuk semua orang. Tapi rindu ke tanah suci? Itu tetap milik siapa saja.
Sementara itu Ampel menjawab. Kampung Arab Surabaya itu bukan sekadar destinasi ziarah. Dia “simulator” spiritual paling jujur di Indonesia.
Masuk gang sempit Sunan Ampel, kamu langsung disambut aroma bukhur, kurma, dan suara orang ngaji. Duduk di serambi masjid, dengar adzan, lihat makam Sunan Ampel. Rasanya? 80% mirip Madinah, tapi ongkosnya cuma Rp20 ribu buat parkir motor.
Ini bukan soal menyamakan sakralitas Makkah. Ini soal memberi ruang bagi yang belum mampu, tapi rindu ibadah. Itu esensi wisata halal: bukan cuma label “no pork no lard”, tapi akses ibadah yang adil.
BACA JUGA:SAH! Saifuddin Zuhri Dilantik Sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya Periode 2024-2029
Wisata halal versi Ampel itu nyata dan hidup.
1. Ibadahnya dapat. Sholat berjamaah di masjid berusia 600 tahun, ziarah wali, tahlil malam Jumat.
2. Ilmunya dapat banyak majelis ilmu gratis, dari fikih sampai sejarah Wali Songo.
3. Ekonominya muter Kamu beli kurma, sarung, peci, nasi kebuli. Uangnya masuk ke pedagang kampung, bukan ke negara lain. Rp100 ribu di Ampel efeknya lebih terasa daripada Rp100 juta di luar negeri.
“Wisata halal bukan tren. Dia jawaban untuk kondisi ekonomi umat hari ini,” kata Ustadz Fahmi, pengasuh majelis di Ampel.
Jadi solusinya apa?
BACA JUGA:Kado Manis Hardiknas, Pemprov Jatim Bedah Rumah Penjaga Sekolah SMAN 2 Surabaya
BACA JUGA:Kejar Target Keselamatan, BTP Surabaya Tutup 181 Perlintasan Sebidang Liar hingga Akhir 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: