Bayern Munchen Gagal ke Final, Manuel Neuer Soroti Masalah Lini Depan

Bayern Munchen Gagal ke Final, Manuel Neuer Soroti Masalah Lini Depan

Neuer sesali kurangnya insting pembunuh Bayern saat disingkirkan PSG, sementara Jonathan Tah akui efektivitas lawan jadi pembeda menuju final Liga Champions.--Getty Images

HARIAN DISWAY - Manuel Neuer tidak menutupi rasa kecewanya setelah Bayern Munich gagal melaju ke final Liga Champions usai ditahan imbang 1–1 oleh Paris Saint-Germain di Allianz Arena pada Kamis pagi WIB, 7 Mei 2026. 

Hasil tersebut membuat mereka tersingkir dengan agregat 5–6, mengakhiri perjalanan di semifinal. Kapten Bayern itu menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik dalam mengontrol permainan, tetapi gagal memanfaatkan peluang yang ada. 

Menurutnya, masalah utama terletak pada kurangnya ketajaman di depan gawang, terutama dalam momen-momen krusial.

“Kami tidak punya insting pembunuh di lini depan hari ini, padahal peluang untuk menang sebenarnya ada,” ujar Neuer. 

Kiper asal Jerman itu juga menambahkan bahwa timnya kurang tenang saat berada di area berbahaya, sehingga banyak kesempatan terbuang sia-sia.

BACA JUGA:Bayern Munchen Pilih Rashford atau Anthony Gordon? Didi Hamann: Rashford Jauh Lebih Murah!

BACA JUGA:Rekor yang Tercipta dalam Laga PSG vs Bayern Munchen, Gol Terbanyak di Era Liga Champions


Gol Harry Kane samakan kedudukan Bayern lawan PSG 1-1 (Agg 5-6) dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Kamis 7 Mei 2026-Angelika Warmuth-Reuters

Sepanjang pertandingan, Bayern memang terlihat dominan dalam penguasaan bola dan terus menekan pertahanan PSG

Namun, efektivitas menjadi masalah besar. Beberapa peluang dari Jamal Musiala, Michael Olise, hingga Harry Kane gagal dikonversi menjadi gol hingga laga memasuki menit akhir.

Neuer juga mengakui bahwa hasil ini terasa sangat menyakitkan karena timnya sebenarnya tidak kalah jauh dari segi permainan. 

“Kami sebenarnya sangat dekat dengan final, itu yang membuat hasil ini terasa lebih sulit diterima,” lanjutnya.

Di sisi lain, PSG justru menunjukkan kualitas berbeda dalam hal penyelesaian akhir. 

Mereka mampu memaksimalkan peluang yang dimiliki, termasuk gol cepat Ousmane Dembele yang langsung memberi tekanan besar kepada Bayern sejak awal pertandingan. Gol tersebut membuat situasi semakin berat bagi tuan rumah untuk membalikkan keadaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber