Nestapa Kucing Perang

Nestapa Kucing Perang

JALUR SELAT HORMUZ masih tegang, 4 Mei 2026. Kapal-kapal lego jangkar di dekat Bandar Abbas, Iran Selatan.-AFP-

LANTAI 127 Burj Khalifa. Angin malam Dubai berembus tenang. Di bawah sana, kota berkilau. 

Seperti permata yang pura-pura lupa ada badai di sekitarnya.

Tapi, di ruang rapat Pelabuhan Fujairah, tablet seorang syahbandar bergetar. 

Ada pesan berhuruf merah menyala. 

Isinya pendek. Menakutkan. ”Rudal mendekat. Cari perlindungan!”

Waktu itu pukul 11 malam. Sebuah rudal Fateh-313 meluncur turun. 

BACA JUGA:Panasnya Selat Hormuz Senggol Korea Selatan: Pertimbangkan Gabung AS Serang Iran

BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Melonjak Menyusul Ketegangan di Selat Hormuz dan Serangan di Uni Emirat Arab

Harganya cuma separuh Lamborghini. Namun, targetnya adalah tangki minyak yang bisa bikin bursa saham sedunia jantungan.

Dalam 24 jam setelah itu, langit Fujairah ramai. Ada 15 rudal balistik. 

Tiga rudal jelajah. Empat pesawat nirawak. 

Semuanya meledak dan dicegat. 

Pusat ekspor minyak Uni Emirat Arab (UEA) itu terbakar. 

Katup pengaman Selat Hormuz akhirnya jebol juga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: