Nestapa Kucing Perang
JALUR SELAT HORMUZ masih tegang, 4 Mei 2026. Kapal-kapal lego jangkar di dekat Bandar Abbas, Iran Selatan.-AFP-
”Karpet tetap dijual. Karena perang tidak kenal diskon.”
Di jurnal ilmu politik, kami menyebut sikap itu sebagai resiliensi geostrategis.
Di warung kopi, kami menyebutnya: lu jual, gue beli, tapi jangan sampai gue yang bayar uang parkirnya.
Sang Kucing mungkin sedang menjilati lukanya.
Tapi, ia tidak akan tamat.
Ia terlalu cerdik untuk mati konyol.
Sebab, di padang pasir itu, mereka memegang satu fatwa tak tertulis: biarlah peluru berseliweran di udara, asalkan angka di rekening tetap mendarat aman.
Perang itu sementara. Cuan itu selamanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: