Nestapa Kucing Perang

Nestapa Kucing Perang

JALUR SELAT HORMUZ masih tegang, 4 Mei 2026. Kapal-kapal lego jangkar di dekat Bandar Abbas, Iran Selatan.-AFP-

Pelurunya bukan timah, melainkan gelombang elektromagnetik.

Teori Karpet Sukawati

Tempo lalu, di ruang kelas FISIP, Universitas Udayana, seorang mahasiswa bertanya. 

”Pak, jadi siapa yang menang di Timur Tengah?”

Dari balik meja dosen, saya melihat ke luar jendela. 

Langit Denpasar sedang cerah-cerahnya. Damai sekali. Sangat kontras dengan langit Teluk yang masih bau mesiu.

Saya tersenyum. Menjawab pertanyaan geopolitik level dewa itu sebenarnya sangat gampang.

Timur Tengah itu mirip ibu-ibu menawar barang di Pasar Sukawati.

Tarik urat. Gertak sambal. Pura-pura jalan pergi, padahal berharap dipanggil lagi.

Iran menggertak pakai rudal. AS menggertak pakai kapal induk. 

Tiongkok pura-pura jadi wasit yang melerai, padahal di belakang sibuk bungkus minyak diskonan. 

Pakistan senyum-senyum jadi penengah.

Dan, Uni Emirat Arab?

Mereka persis seperti penjual karpet di Dubai yang tokonya nyaris kena rudal malam itu. 

Besok paginya, toko tetap buka. Di depan pintunya ada papan pengumuman kecil. Tulisannya tegas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: