Menata Masa Depan UMKM Melalui Go Digital, Go Export, dan Go Green
ILUSTRASI Menata Masa Depan UMKM Melalui Go Digital, Go Export, dan Go Green.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
TRANSFORMASI UMKM MENUJU GO GREEN
Pelaku usaha yang sukses mengadopsi teknologi hijau kini mendapatkan prioritas di berbagai pameran dunia yang menuntut pemenuhan standar ESG (environmental, social, and governance).
Standar ESG bagi UMKM pada dasarnya merupakan panduan untuk memastikan usaha dijalankan secara berkelanjutan, bertanggung jawab, dan transparan meski skalanya kecil. Dari aspek environmental, UMKM diharapkan mampu mengelola limbah, mengurangi penggunaan energi dan bahan berbahaya, serta mulai menerapkan praktik ramah lingkungan dalam proses produksi.
Pada aspek social, UMKM perlu memperhatikan kesejahteraan pekerja, seperti memberikan upah yang layak, lingkungan kerja yang aman, serta tidak melakukan diskriminasi.
Sementara itu, aspek governance menekankan pentingnya tata kelola usaha yang baik, seperti pencatatan keuangan yang rapi, kepatuhan terhadap peraturan, dan transparansi dalam operasional bisnis.
Inisiatif itu selaras dengan tujuan sustainable development goals (SDGs) untuk menciptakan lapangan kerja bermartabat tanpa merusak keseimbangan alam Nusantara yang tak ternilai harganya.
REKOMENDASI KEBIJAKAN MENUJU UMKM GO DIGITAL, GO EXPORT DAN GO GREEN
Dalam menghadapi perubahan ekonomi global yang kian dinamis, UMKM memerlukan dukungan kebijakan yang komprehensif agar mampu bertransformasi dan meningkatkan daya saing.
Pada aspek go digital, kebijakan diarahkan pada perluasan infrastruktur internet, peningkatan literasi digital, pendampingan pemanfaatan marketplace, dan insentif adopsi teknologi usaha.
Pada aspek go export, pemerintah perlu memperkuat fasilitasi sertifikasi produk, standardisasi mutu, pembiayaan ekspor, promosi dagang internasional, dan penyediaan informasi pasar global yang mudah diakses UMKM.
Sementara itu, pada aspek go green, kebijakan perlu difokuskan pada pemberian insentif penggunaan energi ramah lingkungan, efisiensi produksi, pengurangan limbah, dan penerapan kemasan berkelanjutan.
Selain itu, dukungan pembiayaan berbunga rendah dan skema kredit hijau perlu diperluas agar UMKM mampu melakukan transformasi secara bertahap. Dengan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan, UMKM Indonesia akan semakin adaptif, kompetitif, dan mampu menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional di era global. (*)
*) Atik Purmiyati, dosen Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair dan ketua Divisi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Laboratorium Pengembangan Ekonomi Pembangunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: