Sosok Badut Penjual Balon Tersangka Pembunuh di Mojokerto: Karakter Dark Triad

Sosok Badut Penjual Balon Tersangka Pembunuh di Mojokerto: Karakter Dark Triad

ILUSTRASI Sosok Badut Penjual Balon Tersangka Pembunuh di Mojokerto: Karakter Dark Triad.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Cerita tersangka Satuan, 40, kepada polisi bahwa ia jualan balon mengajak anaknya (usia 4 tahun) karena istri ogah mengasuhnya dibantah keluarga korban. Yang benar, Satuan justru memaksa mengajak anak agar dikasihani publik.

MANIPULASI fakta, menurut keluarga korban, itulah yang dilakukan Satuan. ”Satuan memutar balik. Ia sengaja maksa ngajak anak berjualan balon sampai tengah malam, supaya orang kasihan. Dan, balon laku,” ujar sepupu korban Yuni, Jumiati, 36, kepada wartawan, Jumat, 8 Mei 2026.

Benarkah begitu?

Jumiati: ”Ya, benar. Sebelum jualan balon, Satuan mengamen pakai kostum badut sambil mengajak anaknya (laki-laki) sampai tengah malam. Dari situ, ia bisa dapat sekitar Rp400 ribu sehari.”

Kemudian, Satuan ditangkap Satpol PP Mojokerto. Sebab, ia mengamen dengan mengajak anak balita sampai tengah malam. Satuan diperingatkan petugas satpol PP agar jangan lagi mengamen sambil mengajak anak.

BACA JUGA:Badut Penjual Balon di Mojokerto Bunuh Ibu Mertua: Motif Sulit Bayar-Bayar

BACA JUGA:Pengakuan Penjual Balon Pembunuh Ibu Mertua di Mojokerto: Hujan-Panas Jadi Badut

Itu terjadi tahun lalu. Ia ditangkap satpol PP pada Desember tahun lalu. Sejak itu Satuan beralih, dari pengamen menjadi penjual balon dan mainan anak-anak. Tapi, ia tetap berkostum badut, juga tetap mengajak anaknya.

Jumiati cerita: ”Keluarga selalu melarang Satuan mengajak anaknya, baik saat mengamen maupun jualan balon. Sebab, kasihan anak, diajak nongkrong jualan balon di pinggir jalan sampai tengah malam.”

Orang yang paling keras melarang itu adalah istri Satuan, Yuni, 35, yang ibunda bocah balita itu. Juga, ibu mertua Satuan, Siti Arofah, 53, yang tewas digorok Satuan. 

Namun, larangan tersebut malah ditanggapi Satuan dengan marah-marah.

BACA JUGA:Berbaju Badut, Maling Korban Cari Korban Keliling Ngawi

Jumiati: ”Satuan ngotot mengajak anak. Sebab, dengan adanya anak, kata Satuan, orang-orang jadi kasihan sehingga memberikan uang saat mereka mengamen atau membeli balon waktu mereka jualan balon.”

Dengan begitu, pengakuan Satuan kepada polisi, bahwa ia terpaksa mengajak anak jualan balon karena istrinya, Yuni, ogah mengasuh anak adalah bohong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: