Galau Arsenal

Galau Arsenal

ARIF AFANDI di markas Arsenal, Emirates Stadium, London.-Arif Afandi untuk Harian Disway-

MEMANG belum benar-benar menjadi kenyataan. Mimpi Arsenal memenangi dua liga bergengsi di Eropa. Liga Primer Inggris dan Liga Champions. Mimpi indah The Gunners tahun ini. Di bawah asuhan Mikel Arteta.

Namun, dengan kemenangan tipis di laga tandang melawan West Ham United minggu malam, mimpi itu mendekati kenyataan. Ia tinggal menyelesaikan dua laga kandang dan tandang: lawan Burnley dan Crystal Palace.

Jika di dua laga itu bisa disapunya dengan kemenangan, jelas trofi juara sudah pasti nyata. Sebab, jika Manchester City memenangkan tiga laga sisa pun, ia tak akan bisa mengejar poin yang diraih Arsenal.

Kecuali, di dua laga terakhir itu ada yang kalah atau satu seri. Sementara itu, The Citizens menang di semua laga sisa. Bila ini yang terjadi, Halland cs bisa mengoleksi 83 poin. Jika laga berikutnya ada yang kalah atau seri, Arsenal hanya mengoleksi 82 atau 83 poin. 

BACA JUGA:Arsenal di Ambang Juara, David Raya Raih Golden Glove Ketiga Beruntun

BACA JUGA:Misi Akhiri Penantian 22 Tahun! Arsenal Kokoh di Puncak Klasemen Liga Inggris Berkat VAR

Sementara itu, trofi Liga Champions tinggal selangkah lagi. Kalau babak final di Budapest Arsenal bisa berhasil mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG), sejarah baru akan ditorehkan. Arsenal akan merengkuh double winners kompetisi bergengsi Eropa.

Saya tidak pernah menjadi pendukung fanatik klub bola Inggris. Namun, sejak dulu saya selalu mencintai Arsenal sekaligus mengagumi Manchester City. Tidak tahu kenapa bisa demikian. Yang pasti, itu semacam cinta segitiga yang direstui.

Saya mencintai Arsenal karena cara bermain dan estetikanya. Mulanya tentang keberanian Arsenal mengusung para pemain muda. Di bawah Arsene Wenger. Ketika bola diperlakukan dengan kelembutan. Bukan sekadar ditendang menuju kemenangan.

Generasi saya tumbuh bersama Arsenal yang romantik. Arsenal yang membuat sepak bola terasa seperti puisi sore hari yang dibaca di tengah sawah dengan iringan seruling. Thierry Henry berlari seperti angin yang tahu arah pulang. 

BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Kalahkan West Ham 1-0, David Raya Penyelamat!

BACA JUGA:West Ham vs Arsenal 0-1, The Gunners di Ambang Juara Liga Inggris

Dennis Bergkamp menyentuh bola seperti seniman memegang kuas. Semua di bawah komando Wenger yang membangun keyakinan bahwa sepak bola menyerang tidak cuma mungkin, tetapi juga bermartabat.

Lalu, datanglah tahun-tahun panjang yang melelahkan. Arsenal menjadi tim penyandang selalu hampir. Hampir juara. Hampir bangkit. Hampir kembali menjadi besar. Emirates Stadium yang megah seperti simbol kompromi: klub besar yang menahan diri demi bertahan hidup.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: