Khofifah, Wamendagri dan BI Luncurkan GPIPS Wilayah Jawa 2026
GPIPS merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional-Humas Pemprov Jawa Timur -
SIDOARJO, HARIAN DISWAY – Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Jawa Tahun 2026 resmi diluncurkan di Gudang Bulog Kabupaten Sidoarjo, Rabu 13 Mei 2026.
Mereka yang meluncurkan adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman.
Peluncuran GPIPS menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas inflasi di tengah dinamika ekonomi global.
Khofifah menegaskan GPIPS bukan sekadar agenda rutin pengendalian inflasi. Tapi, bagian penting dari upaya membangun kedaulatan pangan berkelanjutan.
BACA JUGA:Rayakan Hardiknas, Khofifah Sematkan Satyalancana Karya Satya kepada 400 Insan Pendidikan Jatim

Pemilihan Jawa Timur sebagai pusat peluncuran GPIPS dinilai tepat mengingat capaian ekonomi provinsi ini terus menunjukkan performa positif-Humas Pemprov Jawa Timur -
“Ketika pemerintah pusat membangun ketahanan pangan, maka Insya Allah Jawa Timur ini sudah masuk pada kedaulatan pangan berkelanjutan,” ujar Khofifah.
Pemilihan Jawa Timur sebagai pusat peluncuran GPIPS dinilai tepat mengingat capaian ekonomi provinsi ini terus menunjukkan performa positif. Berdasarkan data BPS, ekonomi Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,96 persen secara year on year.
Pencapaian itu, tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, Jawa Timur juga menjadi kontributor ekonomi terbesar kedua nasional dengan kontribusi sebesar 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia dan 25,16 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa.
Jawa Timur juga mencatatkan angka yang tetap terkendali. Pada April 2026, inflasi tahunan Jawa Timur tercatat sebesar 2,85 persen dengan inflasi bulanan sebesar 0,02 persen.
BACA JUGA:KI Jatim Sebut SIER Jadi Satu-satunya BUMD Paling Informatif di Jawa Timur
BACA JUGA:Jawa Timur Resmi Jadi Pintu Gerbang Ekspor-Impor Hayati Terbesar di Tanah Air lewat IKT BKHIKT
Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain angkutan udara, minyak goreng dan nasi dengan lauk.
Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Pemprov Jatim memperkuat Program EPIK Mobile atau Etalase Pengendali Inflasi Kabupaten/Kota Mobile. Program ini diharapkan mampu memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dalam mengantisipasi gejolak harga pangan secara lebih cepat dan terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: