Mengejutkan! Gregoria Mariska Pamit dari Cipayung Setelah 12 Tahun Mengabdi

Mengejutkan! Gregoria Mariska Pamit dari Cipayung Setelah 12 Tahun Mengabdi

Gregoria Mariska Tunjung saat berlaga di semifinal Kumamoto Masters Japan 2025-PBSI-

HARIAN DISWAY – Kabar mengejutkan datang dari Pelatnas PBSI. Berdasarkan keterangan resmi PBSI pada Jumat, 15 Mei 2026, tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mengajukan pengunduran diri dari skuad Cipayung.

PP PBSI menerima dan menghormati keputusan dari peraih perunggu Olimpiade Paris 2024 itu. Gregoria diketahui telah melakukan komunikasi intensif dengan Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dan pelatih tunggal putri Imam Tohari.

Gregoria keluar dari pelatnas setelah mengabdi selama 12 tahun. Dalam surat pengunduran dirinya, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih PBSI yang telah mendukung perjalanan kariernya selama di pelatnas.

PBSI menjelaskan bahwa keputusan Gregoria mundur dari pelatnas karena ada alasan tertentu. Gregoria masih berjuang untuk pulih dari vertigo. Penyakit tersebut menjadi faktor utama ia menepi dari turnamen.

BACA JUGA:Gregoria Mariska Gunakan Protected Ranking BWF, Absen dari Semua Turnamen 2026

Gregoria mengambil keputusan besar dengan menepi selama setahun penuh. Pemain dari PB Mutiara Cardinal itu tidak mengikuti turnamen pada tahun ini untuk fokus pada pemulihan penyakitnya.

“Kondisi kesehatan Gregoria yang masih dalam proses pemulihan dari vertigo menjadi alasan utama pengunduran dirinya. Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya dan belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding,” tulis keterangan resmi PBSI.

Gregoria tampil sebagai salah satu andalan sektor tunggal putri yang kerap menyumbangkan prestasi membanggakan. Ketekunan, kerja keras, serta sikap profesional yang ditunjukkannya selama ini membuat Gregoria menjadi panutan bagi para atlet muda bulu tangkis Indonesia.

BACA JUGA:Gregoria Mariska Tunjung Kalah di Final Kumamoto Masters 2025, Intanon Balas Dendam

PP PBSI pun menyampaikan apresiasi tinggi atas seluruh kontribusi dan perjuangan Gregoria selama membela Indonesia di panggung dunia.

“Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya,” ujar Eng Hian.

Gregoria mencatat sederet prestasi di level internasional. Ia menjadi juara Spain Masters 2023 mengalahkan Pusarla V. Sindhu di final. Gelar tersebut merupakan yang pertama bagi Gregoria di ajang BWF World Tour.

Ia meraih gelar BWF World Tour keduanya di Kumamoto Masters Japan 2023 dengan menumbangkan Chen Yufei. Gregoria tampil impresif dengan lolos ke final Kumamoto Masters Japan 2024 dan 2025.

Berkat performa konsistennya, Gregoria sempat menembus peringkat lima dunia BWF pada 14 Januari 2025. Pencapaian itu menjadi ranking tertinggi sepanjang kariernya sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu pebulu tangkis tunggal putri terbaik yang dimiliki Indonesia dalam era modern. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: