Tanggapi Gejolak Ekonomi, Presiden Prabowo Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Presiden RI Prabowo Subianto meminta masyarakat tetap tenang di tengah gejolak ekonomi global -Bakom RI -
HARIAN DISWAY - Presiden RI Prabowo Subianto meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap tenang di tengah gejolak ekonomi global yang sedang melanda dunia.
Di saat banyak negara lain harus memutar otak demi bertahan dari ancaman krisis global, Indonesia justru berhasil menjaga pertumbuhan ekonominya berada di level yang positif.
“Percaya ekonomi kita kuat. Fundamental ekonomi kita kuat. Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya pada kekuatan kita. Percaya pada rakyat kita,” tegas Presiden Prabowo saat meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ketahanan ekonomi nasional ini sejalan dengan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS). BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 berhasil mencapai angka 5,61 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi: MBG Dorong Sektor Akmamin Melejit Hingga 13,14 Persen
BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen Dipertanyakan, Ekonom Soroti Ketimpangan Data BPS
Presiden RI Prabowo Subianto meninjau Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Desa Nglawak, Kertosono, Nganjuk-Sekretariat Presiden -
Performa positif ini utamanya ditopang oleh sektor konsumsi rumah tangga serta percepatan belanja pemerintah sejak awal tahun. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh sebesar 5,52 persen dan memegang andil sebagai kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Di sisi lain, pengeluaran konsumsi pemerintah mencatatkan lonjakan signifikan hingga mencapai 21,81 persen pada kuartal I-2026 yang menjadikannya sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:Pariwisata Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Kunjungan Wisman dan Wisnus Meningkat
BACA JUGA:Prabowo Resmikan 1.061 Kopdes Merah Putih, Sebut Tonggak Bersejarah Ekonomi Desa
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga buka suara mengenai pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang kini telah menyentuh level Rp17.600 per 1 USD, yang menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah. Meski nilai tukar Rupiah anjlok sangat dalam, Kepala Negara secara tegas menepis anggapan dan ramalan negatif yang menyebut perekonomian Indonesia akan berjalan suram.
"Saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar 'Indonesia akan collapse, akan chaos'... Orang rakyat di desa enggak pake dolar kok," pungkas Presiden Prabowo.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: