Jatim dan Yaman Jajaki Kerja Sama Strategis, Mulai Pendidikan Agama hingga Dagang

Jatim dan Yaman Jajaki Kerja Sama Strategis, Mulai Pendidikan Agama hingga Dagang

Dubes Yaman H.E. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh (kanan) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Senin 18 Mei 2026-Edi Susilo Disway -

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Hubungan historis yang telah terjalin berabad-abad antara Jawa Timur dan Yaman kini memasuki babak baru pada Senin, 18 Mei 2026.

Pemprov Jatim resmi menjajaki penguatan kerja sama bilateral dengan Pemerintah Republik Yaman yang mencakup beberapa sektor. Yakni pendidikan, perdagangan, hingga kebudayaan.

Rencana tersebut dimatangkan dalam kunjungan resmi Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, H.E. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh. Yang diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin. 

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah kolaborasi di sektor pendidikan agama. Fokus utamanya menekankan pada aspek moderasi bagi para santri dan pelajar.

BACA JUGA:Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Rp15,25 Triliun, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

BACA JUGA:Misi Dagang Jatim-Kalteng di Palangka Raya Tembus Transaksi Rp2,08 Triliun

"Kami ingin membangun kerja sama pendidikan, terutama sektor pendidikan agama. Namun, ditekankan pula pentingnya penguatan moderasi dalam kehidupan bermasyarakat bagi para santri atau pelajar di lingkungan tempat mereka mengabdi nanti," ujar Khofifah.

Selain pendidikan, sektor ekonomi menjadi agenda prioritas berikutnya. Pemprov Jatim membidik potensi perdagangan komoditas ikonik asal Yaman, seperti Madu Yaman dan Delima Yaman, agar dapat masuk ke pasar Jawa Timur secara masif melalui mekanisme yang lebih tertata.

Khofifah menyebut, kedekatan ekonomi dan budaya kedua belah pihak sebenarnya sudah lama mengakar. Di Yaman, kuliner khas Indonesia seperti gado-gado, nasi goreng, rujak, dan sambal sudah sangat akrab di lidah masyarakat setempat. Bahkan, pabrik mi instan asal Indonesia telah lama beroperasi di sana.

BACA JUGA:Singgah di Grahadi, Rombongan Biksu Walk for Peace dari Empat Negara Serukan Perdamaian Dunia

BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa dan Lampaui Nasional

"Banyak juga lagu Yaman yang populer di sini, salah satunya 'Salatun'. Lagu itu sangat terkenal di Yaman dan juga populer di Indonesia. Saya sendiri sudah hafal lagu itu sejak lama," imbuhnya.

Kendati komitmen kedua belah pihak sudah bulat, Khofifah menegaskan bahwa seluruh draf dan rencana kerja sama ini nantinya tetap harus melewati prosedur regulasi formal yang berlaku melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, dan DPRD Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Duta Besar Republik Yaman untuk Indonesia, H.E. Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat Pemprov Jatim. Ia menegaskan hubungan antara Yaman, khususnya wilayah Hadramaut dengan Jawa Timur memiliki akar sejarah yang sangat kuat sejak abad ke-7 Hijriah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: