Datangi Paddock Catalunya, Valentino Rossi Ungkap Realitas Pahit Pertamina Enduro VR46
Fabio Di Giannantonio saat berbincang dengan Valentino Rossi (kanan), jelang start balapan Utama MotoGP Catalunya 2026--Twitter ESPN MotoGP @MotoGP_ESPN
HARIAN DISWAY - Kehadiran Valentino Rossi di paddock Sirkuit Catalunya akhir pekan lalu langsung memicu guncangan. The Doctor secara blak-blakan mengungkap bahwa masa depan tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team sedang berada di titik krusial.
Kehilangan dominasi mutlak teknologi Ducati di lintasan, kini diperparah oleh ancaman pembajakan pembalap andalannya, Fabio Di Giannantonio, yang tengah digoda oleh kekuatan finansial masif dari pabrikan rival, KTM.
Legenda hidup MotoGP, Valentino Rossi, membawa kabar mengejutkan saat hadir di paddock Sirkuit Catalunya, Montmelo, akhir pekan lalu. Kehadiran mendadak The Doctor di garasi VR46 Racing bukan sekadar kunjungan nostalgia, melainkan membawa peringatan keras terkait krisis proyeksi skuadnya untuk musim depan.
Juara dunia sembilan kali itu mengungkap realitas pahit bahwa pembalap andalannya, Fabio Di Giannantonio, berisiko besar hengkang ke KTM demi tawaran finansial yang lebih menggiurkan.
"Ada risiko Fabio Di Giannantonio akan pergi, dan kami pasti akan sangat menyesalinya," ujar Rossi terus terang kepada Sky Sport.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran mendalam Rossi di tengah kejamnya bursa transfer MotoGP menjelang musim 2027. Selain masalah pembalap, suami Francesca Sofia Novello itu juga menyoroti perubahan dinamika peta persaingan di grid.
BACA JUGA:Alex Marquez Lolos dari Maut di GP Catalunya, Tulang Leher dan Selangka Patah
BACA JUGA:Fabio Di Giannantonio Juara MotoGP Catalunya 2026, Alex Marquez Alami Insiden Horor
Menurutnya, dominasi mutlak Ducati kini mulai retak. "Tahun lalu, dalam sepuluh balapan pertama, Ducati jelas lebih unggul. Namun sekarang, performa semua motor sangat mirip," analisis Rossi.
Keunggulan teknologi pabrikan Borgo Panigale yang dulu tak tertandingi kini semakin terkikis. Pesaing terdekat seperti Aprilia, KTM, bahkan Honda perlahan mulai memangkas jarak. Rossi menilai, lompatan performa para rival dipicu oleh perkembangan di sektor elektronik.
"Sepertinya semua pabrikan telah meningkatkan sistem elektronik mereka saat bukaan gas (throttle). Merek lain telah mencapai level elektronik yang diadopsi Ducati beberapa waktu lalu," tambahnya. Perubahan ini mengikis keunggulan historis Ducati dalam hal akselerasi dan manajemen traksi.

Fabio Di Giannantonio, meluapkan kegembiraannya saat mengangkat trofi, usai menangi podium pertama Grand Prix Catalunya 2026--Twitter Sofia Siriatou @sophia_wrc
Di tengah penyetaraan instrumen teknologi tersebut, tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team justru berada di posisi rentan. Di balik senyum khasnya sepanjang akhir pekan, Rossi tidak bisa menyembunyikan kecemasan bakal kehilangan 'Diggia'.
"Diggia sangat bagus, dia dalam kondisi prima. Dia mampu mengendarai Ducati GP26 dengan brilian dan adaptasi minimal dari sirkuit ke sirkuit," puji Rossi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: