Datangi Paddock Catalunya, Valentino Rossi Ungkap Realitas Pahit Pertamina Enduro VR46

Datangi Paddock Catalunya, Valentino Rossi Ungkap Realitas Pahit Pertamina Enduro VR46

Fabio Di Giannantonio saat berbincang dengan Valentino Rossi (kanan), jelang start balapan Utama MotoGP Catalunya 2026--Twitter ESPN MotoGP @MotoGP_ESPN

​Kehilangan pembalap yang performanya sedang menanjak musim ini seperti Di Giannantonio, tentu akan merusak rencana jangka panjang tim. Terlebih, Rossi memiliki misi besar untuk mempertahankan minimal satu pembalap Italia demi menjaga identitas dan warisan budaya VR46.

​"Tim kami selalu berkembang berkat kontribusi para pembalap Italia," tegasnya, mengisyaratkan kekhawatiran akan hilangnya nilai historis tim jika harus kalah oleh tekanan pasar pembalap. 

BACA JUGA:Magis Catalunya: Start Grid ke-20, Veda Ega Pratama Tembus Delapan Besar Moto3 2026

BACA JUGA:Aliansi Tech3-KTM: Siapa yang Tersisih di Era Baru MotoGP?

​Situasi makin pelik bagi loyalis Rossi karena mantan anak didiknya yang kini membela Aprilia, Marco Bezzecchi, justru tampil meledak musim ini dengan memenangi tiga dari lima balapan utama. Meski memuji konsistensi Bezzecchi, Rossi mengingatkan tingginya volatilitas di kelas utama.

​"Mempertahankan konsistensi itu sulit bagi semua orang di MotoGP," ujar Rossi. Pesannya jelas: tidak ada posisi yang aman di kejuaraan yang tidak terprediksi ini.

​Paddock GP Catalunya kemarin pun dipenuhi spekulasi bahwa masa kebersamaan Di Giannantonio dan VR46 mungkin segera berakhir. Kemampuan Rossi memoles kembali performa Diggia yang sempat meredup, kini justru menjadikannya komoditas panas yang diincar KTM.

​Jika talenta sekelas Diggia lepas, ini bisa menjadi pukulan telak bagi ambisi tim menjelang regulasi baru di masa depan. Menarik dinantikan apakah sang legenda mampu memagari aset berharganya, atau terpaksa tunduk pada arus komersial industri modern MotoGP.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: