DBL Camp 2026 Buka Wawasan Baru Daniel Tedjo soal Coaching Basket Modern
Kepala pelatih asal SMAN 11 Semarang Daniel Tedjo saat mengkuti pelatihan di DBL Camp 2026.-Media DBL Indonesia-
Pertanyaan-pertanyaan mendasar yang sering terlewat dalam kesibukan melatih sehari-hari. Tapi, justru di situlah letak kekuatan sesi tersebut.
Yang membedakan coach Daniel dari sekadar peserta yang mencatat dan pulang adalah niatnya untuk segera mengaplikasikan apa yang ia pelajari.

Bambang Asdianto ketika memberikan materi seputar statistik basket di DBL Camp 2026.-Media DBL Indonesia-
Bahkan di hari pertama kamp, ia sudah mulai menyusun lapisan-lapisan gagasan dari materi yang dibagikan Coach Rob. "Pengalamannya coach Rob ini bagus buat kita adaptasi di tim kita nantinya. Bagaimana ia menangani tim menyusun materi dan rencana," terangnya.
"Ini sudah saya beberapa layering apa yang dibagikan sama coach Rob. Sejauh ini ada hal-hal yang perlu dan akan segera saya lakukan untuk ke depannya," sambung Coach Daniel.
BACA JUGA:DBL Camp 2026 Terapkan Yo-Yo Test, Fisik Pebasket Pelajar Kini Diukur Lewat Data
BACA JUGA:Finalis Coach DBL East Java-North 2026, Rainer Anggakara Kini Berburu Ilmu di DBL Camp
Bukan sekadar anggukan dan catatan yang tersimpan di laci. Coach Daniel sudah memikirkan langkah konkret yang akan ia bawa pulang ke Semarang.
Kisah coach Daniel menegaskan sesuatu yang sering dilupakan. Basket terus bergerak maju. Pelatih yang merasa sudah cukup tahu adalah pelatih yang perlahan mulai tertinggal.
Kopi Good Day DBL Camp 2026 hadir bukan hanya untuk menyaring pemain terbaik, tetapi juga untuk memastikan para pelatih dari seluruh penjuru Indonesia pulang dengan sesuatu yang baru.
Cara pandang yang lebih segar, pendekatan yang lebih tajam, dan semangat yang kembali menyala. Tujuh tahun jeda tidak membuat coach Daniel berkarat. Justru sebaliknya, ia mau belajar soal basket modern. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: dbl