Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI: Akan Menguat Kembali pada Juli 2026

Rupiah Terus Melemah, Gubernur BI: Akan Menguat Kembali pada Juli 2026

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan optimismenya terhadap prospek nilai tukar rupiah-Dok. Setpres-


Bank Indonesia merespons bahwa pemerintah akan melakukan smart intervation baik di pasar spot, DNDF maupun NDF. Setidaknya rupiah diharapkan kembali pada level fundamental.-Foto: Bianca/Disway.id-

Keyakinan tersebut menjadi dasar bagi BI untuk tetap menjaga stabilitas pasar keuangan tanpa mengganggu likuiditas di dalam negeri. Perry menegaskan, bank sentral siap melakukan langkah lanjutan untuk memperkuat rupiah apabila diperlukan.

Lebih lanjut, Perry menambahkan bahwa BI juga memetik pelajaran berharga dari pengalaman krisis 1997–1998. Pada waktu itu, fokus yang terlalu besar pada stabilisasi rupiah justru berujung pada pengetatan likuiditas yang memperburuk kondisi ekonomi nasional secara keseluruhan.

"Kami tidak mau itu, makanya beli SBN ke pasar sekunder. Ini sekaligus upaya agar tidak tidak kekeringan likuiditas, dan bagian ini untuk menarik inflow," tegas Perry.

Dengan kombinasi fundamental ekonomi yang dinilai tetap kuat serta pola musiman yang diperkirakan segera mereda dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah dan BI optimistis tekanan terhadap rupiah tidak akan berlangsung lama dan nilai tukar mata uang domestik berpeluang besar untuk kembali menguat.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: