Marwah Rupiah
ILUSTRASI Marwah Rupiah.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Anak-anak tumbuh dengan imajinasi sosial bahwa belas kasihan lebih menjanjikan daripada kerja produktif. Tentu bisa menjadi ancaman masa depan bangsa jika budaya kemiskinan tersebut dibiarkan berkembang.
Karena itu, problem semacam itu tidak cukup diselesaikan dengan bantuan sosial semata. Yang diperlukan adalah rekonstruksi budaya dan pendidikan karakter berbasis lokal.
Di sinilah langkah Sultan HB X menjadi relevan secara nasional. Pendidikan berbasis budaya bukan romantisme masa lalu. Melainkan investasi peradaban jangka panjang.
Sekolah harus menjadi ruang membentuk martabat manusia. Bukan sekadar mesin pencetak tenaga kerja. Sekolah bukan hanya mengajarkan ilmu. Tapi, juga membentuk karakter siswa untuk menghadapi masa depan.
Mungkin itu sebabnya pengalaman tentang tukang parkir dan ibu lansia di Jogja terasa membekas. Persoalannya bukan Rp6 ribu kembaliannya. Tetapi, ada pesan sosial yang diam-diam terasa kuat.
Bahwa modal sosial sangat penting untuk membentuk mentalitas warga. Karena itu, perlu diarusutamakan. Dalam pekerjaan paling sederhana pun, manusia tetap bisa menjaga harga dirinya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: