Jatim Sumbang Peserta Terbanyak, Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP ke Luar Negeri

Jatim Sumbang Peserta Terbanyak, Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP ke Luar Negeri

Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti Bersama Gubernur Jatim Saat Peresmian SMK 3+1 di Islamic Center, Rabu 20 Mei 2026-Dindik Jatim-

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi melepas 3.600 lulusan SMK dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di luar negeri di Islamic Center Surabaya, Rabu, 20 Mei 2026.

Pelepasan tersebut sekaligus menandai peluncuran Program Kelas Keberkerjaan Luar Negeri SMK 3+1 secara nasional. Di mana Provinsi Jawa Timur sukses mencatatkan diri sebagai penyumbang peserta terbanyak secara nasional.

Dari total 3.600 peserta yang dilepas, sebanyak 3.000 orang merupakan lulusan SMK dan 600 lainnya adalah lulusan LKP. Khusus dari Jawa Timur, data Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mencatat ada 1.734 pekerja migran alumni dan 3.186 siswa dari 115 SMK negeri serta swasta yang siap mengikuti program magang kerja luar negeri.

Saat ini, sebanyak 1.617 peserta di antaranya telah lolos seleksi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan siap diberangkatkan. Mereka akan ditempatkan di 14 negara tujuan, mulai dari Jerman, Arab Saudi, Taiwan, Malaysia, Australia, Tiongkok, hingga Bulgaria. Menariknya, Jepang menjadi destinasi paling favorit dengan menampung 1.216 peserta.

BACA JUGA:Jadwal SPMB Jatim 2026 SMA/SMK Lengkap, Pendaftaran Dibuka Mulai 11 Juni

BACA JUGA:91,46 Persen Lulusan SMK Jatim Terserap Kerja, Khofifah Sebut Link and Match Makin Efekti

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa agenda ini memiliki dua fokus utama: pelepasan lulusan ke luar negeri dan peluncuran program SMK 3+1. Program ini dirancang agar siswa menempuh pendidikan reguler selama tiga tahun, lalu ditambah satu tahun pembekalan kerja melalui kemitraan dengan perusahaan serta agensi internasional.

"Ini adalah realisasi arahan Presiden agar lulusan SMK siap memasuki dunia kerja. Kami memperkuat pelatihan bahasa, pembekalan budaya, regulasi, hingga sistem hukum negara tujuan agar mereka profesional," ujar Abdul Mu'ti.

Ia juga memastikan seluruh peserta diberangkatkan melalui jalur resmi dengan kontrak kerja yang legal. Kemendikdasmen turut memfasilitasi pengurusan administrasi mulai dari paspor hingga visa.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menambahkan bahwa pelepasan kali ini merupakan tahap pertama yang didominasi oleh Jatim. Provinsi lain akan menyusul secara bertahap dalam tiga hingga empat bulan ke depan.

"Tiap negara punya kebutuhan berbeda. Jepang dan Korea banyak membutuhkan sektor caregiver, pertanian, dan manufaktur. Sedangkan Turki lebih banyak di sektor hospitality," kata Tatang.

BACA JUGA:Hardiknas di Grahadi, Puluhan Kendaraan Listrik Karya Siswa SMK se-Jatim Dipamerkan

BACA JUGA:Korupsi Sarpras SMK Disdik Jatim 2017: Modus Rekayasa Lelang dan Pinjam Nama Terbongkar ​

Berdasarkan data Dindik Jatim, Kabupaten Tulungagung menjadi penyumbang peserta terbesar di Jatim dengan 1.628 peserta dari 11 SMK, disusul Madiun (431 peserta), dan Sidoarjo (358 peserta). Kompetensi para peserta pun beragam, mulai dari teknik mesin, farmasi, tata boga, hingga agribisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: