Pegadaian Cetak Laba Rp 4,38 Triliun di Awal 2026
Pegadaian kini menghadirkan berbagai layanan bulion seperti deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas. -Dokumen Pegadaian-
Direktur Utama Damar Latri Setiawan menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, konsistensi pertumbuhan Pegadaian selama 125 tahun tidak lepas dari kepercayaan masyarakat dan kerja keras seluruh insan perusahaan.
“Tidak mudah menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa loyalitas dan kepercayaan nasabah. Kami berterima kasih kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama,” ujarnya.
Memasuki usia baru, Pegadaian disebut terus memperkuat transformasi digital dengan menghadirkan berbagai layanan baru. Salah satunya melalui aplikasi Tring! yang mempermudah masyarakat mengakses layanan investasi dan pembiayaan secara digital.
Selain itu, Pegadaian juga memperkuat bisnis emas melalui layanan bulion atau Bank Emas. Perusahaan ini tercatat sebagai pelopor sekaligus perusahaan pertama di Indonesia yang mengantongi izin usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pegadaian kini menghadirkan berbagai layanan bulion seperti deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas.
BACA JUGA:Pegadaian dan SMBC Indonesia Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan Lewat Framework Baru 2026
BACA JUGA:Peringati Hari Buruh, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Perkuat Solidaritas Lewat Porseni
Kesiapan infrastruktur menjadi salah satu kekuatan utama Pegadaian. Termasuk jaringan vault dengan standar keamanan internasional terbesar di Indonesia.
Damar menilai emas masih menjadi instrumen investasi aman yang diminati masyarakat.
Karena itu, layanan bulion terintegrasi diyakini dapat memperluas kontribusi Pegadaian terhadap perekonomian nasional sekaligus mendukung misi perusahaan untuk terus “MengEMASkan Indonesia”. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: