Trump Akan Hantam Iran dengan Keras Tadi Malam, Tapi Batal
Trump meminta Iran untuk hancurkan stok uranium milik mereka, atau serahkan pada AS untuk menghancurkannya -Kent Nishimura/AFP -
WASHINGTON, HARIAN DISWAY — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lewat sebuah unggahan di Truth Social bahwa militer AS akan membombardir Iran dengan "sangat keras malam ini". Pernyataan itu dikeluarkan pada Kamis petang, 11 Juni 2026.
Berdasarkan hitungan waktu Iran atau Waktu Indonesia Barat (WIB). Serangan itu harusnya terjadi sekitar Jumat, 12 Juni pagi. Tapi sampai berita ini ditulis, belum ada pergerakan serangan besar-besaran dari militer AS.
Media AS melaporkan bahwa Trump menarik kembali ancamannya. Alih-alih melaksanakan serangan udara besar-besaran tersebut, Trump menjanjikan bahwa dirinya akan segera mengumumkan penandatanganan kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama tiga bulan terakhir.
Kabar mengenai potensi terobosan diplomatik ini diunggah oleh Trump melalui jejaring sosial Truth Social miliknya, tepat saat upacara pembukaan Piala Dunia sedang berlangsung di Meksiko.
Pernyataan tersebut langsung memicu reli penguatan di pasar saham dan membuat harga minyak dunia jatuh karena munculnya harapan bahwa jalur ekspor komoditas di kawasan Teluk dapat segera kembali normal.
BACA JUGA:Iran Tolak Klaim Trump Soal Gencatan Senjata: Belum Ada Kesepakatan Final
BACA JUGA:Lagi, Trump Klaim AS-Iran Sudah Capai Kesepakatan Damai, Penandatanganan Segera Dilakukan di Eropa
"Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan telah disetujui, saya telah... membatalkan jadwal serangan dan pemboman terhadap Iran malam ini," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social pada Kamis.
Trump menjanjikan bahwa waktu dan tempat penandatanganan kesepakatan damai tersebut akan diumumkan dalam waktu singkat. Ia menjelaskan bahwa poin-poin terperinci dari pengaturan tersebut telah disetujui oleh Amerika Serikat beserta para sekutunya di kawasan, termasuk Israel, yang secara bersama-sama meluncurkan perang ini dengan Washington sejak akhir Februari lalu.
Trump sempat mengancam akan memukul sisa-sisa kekuatan militer Iran dengan sangat keras pada Kamis malam, serta berencana merebut Pulau Kharg untuk menguasai pasar energi negara tersebut.
Di saat yang sama, ketegangan sempat memuncak setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) merudal kapal tanker di Teluk Oman untuk menegakkan blokade laut, sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengancam akan menyita paksa aset di rekening-rekening Iran.
BACA JUGA:AS Akan Sedot Aset-Aset Iran untuk Bayar Kerusakan Perang di Negara-Negara Teluk
BACA JUGA:Trump: Kami Akan Hantam Iran Sangat Keras Malam Ini
Bantahan Iran

Juru Bicara Menteri Luar Negeri, Esmaeil Baqaei.-Twitter/X-
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: