Wakil Dirut Pertamina Tegaskan Peran NOC Jaga Ketahanan Energi Nasional
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menerima plakat usai menjadi narasumber acara. -Humas Pertamina-
Saat ini kapasitas pengolahan kilang Pertamina mencapai sekitar satu juta barel per hari, sementara produksi minyak mentah nasional berada di kisaran 600 ribu barel per hari.
BACA JUGA:Pertamina Dorong Edukasi Transisi Energi dan STEM di SMAN 40 Jakarta
“Kami terus menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan produksi. Pada saat yang sama, kami juga memperkuat portofolio gas bumi melalui partisipasi dalam proyek-proyek strategis,” kata Oki.
Selain memperkuat operasi domestik, Pertamina juga mengembangkan portofolio internasional secara selektif untuk memperkuat pasokan energi nasional dan meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.
Oki menegaskan keberhasilan ketahanan energi membutuhkan sinergi erat antara perusahaan, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, komunikasi dan keterlibatan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menyelaraskan kebijakan, keekonomian proyek, dan tujuan pembangunan nasional.
Dalam menghadapi persaingan global, Pertamina memanfaatkan kekuatan sebagai perusahaan energi terintegrasi yang memiliki rantai bisnis lengkap dari hulu hingga hilir.
BACA JUGA:Pertamina NRE Jajaki Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
BACA JUGA:Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Migas Triwulan I
Pengalaman panjang dalam pengembangan minyak dan gas bumi, dukungan infrastruktur, serta penguatan kemitraan strategis menjadi modal penting bagi Pertamina untuk meningkatkan daya saing global.
“Kolaborasi dengan sesama NOC maupun International Oil Company membantu menurunkan risiko, memperkuat disiplin investasi, serta mempercepat pengembangan berbagai peluang bisnis yang mendukung ketahanan energi,” ujar Oki.
Ia juga menilai kawasan ASEAN menjadi wilayah strategis bagi investasi energi karena memiliki pasar besar, pertumbuhan permintaan energi yang tinggi, dan kondisi yang relatif stabil.
BACA JUGA:Pertamina Kembali Gelar Pertamina Goes to Campus 2026 di Lima Kota
“ASEAN menjadi kawasan yang menarik bagi investasi karena memiliki pasar yang besar, pertumbuhan permintaan energi yang kuat, serta kondisi yang relatif stabil. Dukungan regulator dan para pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting dalam menjaga arus investasi ke kawasan ini,” pungkasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: