Pertamina Optimalkan AI dan Digitalisasi untuk Dongkrak Kinerja Bisnis dan Operasional

Pertamina Optimalkan AI dan Digitalisasi untuk Dongkrak Kinerja Bisnis dan Operasional

SVP Pertamina Digital Hub Sigit Pratopo menjadi salah satu pembicara Indonesian Petroleum Association Convention And Exhibition (IPA Convex) di ICE BSD, Jumat 22 Mei 2026.-Humas Pertamina-

HARIAN DISWAY - PT Pertamina terus memperkuat transformasi digital perusahaan melalui implementasi Artificial Intelligence (AI) dan digitalisasi untuk menciptakan nilai bisnis baru serta meningkatkan efektivitas operasional perusahaan, Sabtu, 24 Mei 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Senior Vice President Pertamina Digital Hub Ignatius Sigit Pratopo saat menjadi pembicara dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Menurutnya, digitalisasi melalui AI tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan dampak nyata terhadap performa bisnis dan operasi perusahaan di masa depan.

Sigit Pratopo menjelaskan Pertamina menempatkan value creation sebagai fokus utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP). Strategi tersebut menjadi fondasi dalam membangun implementasi AI yang lebih terukur dan mampu memberikan kontribusi langsung terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.

“Dalam rencana tersebut, kami menetapkan target ambisius, yaitu memberikan dampak EBITDA sebesar US$300 juta pada tahun 2027. Itulah yang menjadi visi kami,” bebernya.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Tegaskan Hoaks Larangan Pertalite untuk Merk Kendaraan Tertentu Mulai 1 Juni 2026

BACA JUGA:CSR Pertamina Trans Kontinental Raih Best CSR 2026 untuk Program Kemaritiman

Untuk mendukung target tersebut, Pertamina mengembangkan program Digital Factory sebagai pendekatan transformasi digital end-to-end di seluruh lini bisnis perusahaan. Program itu mencakup identifikasi persoalan bisnis, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), implementasi solusi digital analytics, hingga scale up implementasi ketika solusi terbukti memberikan hasil optimal.

Selain itu, Pertamina juga membentuk fungsi khusus bernama Pertamina Digital Hub yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI perusahaan. Fungsi tersebut dilaporkan langsung kepada Direktur Utama sebagai bentuk komitmen kuat manajemen dalam mendukung transformasi digital perusahaan.

“Pertamina membentuk fungsi khusus yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI di perusahaan. Saat ini fungsi tersebut dikenal sebagai Pertamina Digital Hub dan melapor langsung kepada CEO. Hal itu mencerminkan komitmen kuat perusahaan,” jelasnya.

Menurut Sigit, implementasi AI di Pertamina bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan solusi digital yang dikembangkan berdasarkan tantangan operasional di unit bisnis. Melalui program Digital Factory, perusahaan melakukan pendalaman terhadap berbagai pain points bisnis sebelum menentukan teknologi yang tepat seperti AI, machine learning, analytics, maupun solusi digital lainnya.


Pertamina memperkuat transformasi digital melalui implementasi AI guna meningkatkan efektivitas operasional dan bisnis.-Humas Pertamina-

Implementasi AI dan digital analytics di Pertamina mulai menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, Pertamina berhasil menciptakan value creation lebih dari US$35 juta. Kemudian pada 2025, target ditingkatkan menjadi US$50 juta dengan realisasi mencapai hampir US$80 juta.

Sementara itu, pada 2026 Pertamina kembali meningkatkan target value creation menjadi US$150 juta. Perusahaan juga mulai menerapkan Key Performance Indicator (KPI) bagi unit bisnis agar realisasi value creation dapat diukur secara jelas dan terstruktur.

Transformasi digital Pertamina dilakukan menyeluruh di seluruh rantai nilai energi perusahaan mulai dari upstream, midstream hingga downstream. Di sektor upstream, Pertamina telah memanfaatkan machine learning dan AI melalui program ChanceX yang terbukti mampu meningkatkan rasio keberhasilan eksplorasi di salah satu basin hingga 10 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: