Pep Guardiola Menangis di Laga Perpisahan, Akui Sudah Sangat Lelah
Pep Guardiola menangis emosional di laga perpisahan dengan Manchester City usai kalah 1-2 dari Aston Villa dan mengaku sudah sangat lelah.-Phil Noble-Reuters
HARIAN DISWAY - Pep Guardiola resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Manchester City setelah kekalahan 1-2 dari Aston Villa pada pekan terakhir Premier League.
Hasil tersebut memang menutup perjalanan City dengan cara yang kurang sempurna, tetapi suasana emosional di Stadion Etihad justru menjadi sorotan utama dalam malam perpisahan sang pelatih legendaris.
City sempat membuka harapan kemenangan melalui gol Antoine Semenyo pada babak pertama. Namun, tim tamu yang dilatih Unai Emery mampu bangkit di paruh kedua pertandingan.
Dua gol dari Ollie Watkins memastikan Villa membalikkan keadaan sekaligus merusak pesta perpisahan Guardiola.
Usai peluit panjang dibunyikan, Guardiola terlihat tidak mampu menyembunyikan emosinya. Ia menangis di tengah lapangan ketika para pemain, staf, dan suporter memberikan penghormatan terakhir atas dedikasinya selama satu dekade di Etihad.
Situasi menjadi semakin mengharukan karena pertandingan tersebut juga menjadi laga terakhir bagi dua pemain senior City, Bernardo Silva dan John Stones.
BACA JUGA:Rating Pemain Man City Usai Takluk 1-2 dari Aston Villa: Semua Lini Amburadul
BACA JUGA:Man City vs Aston Villa 1-2: Brace Ollie Watkins Rusak Pesta Perpisahan Guardiola

Tutup era 10 tahun di Manchester City dengan kekalahan 1-2 dari Aston Villa, Pep Guardiola menangis dan mengaku kehabisan energi.-Martin Rickett-PA
Guardiola mengaku sebenarnya bukan sosok yang mudah menangis. Namun, ia tidak bisa menahan perasaannya ketika melihat Bernardo Silva mulai larut dalam emosi.
“Saya bukan orang yang gampang menangis, tetapi ketika melihat Bernardo menangis, saya ikut terbawa suasana. Momen itu terasa sangat spesial dan emosinya begitu besar,” ujar Guardiola.
Pelatih asal Spanyol tersebut juga mengenang perjalanan panjangnya bersama City sebagai periode paling berkesan dalam kariernya.
Meski pernah menangani Barcelona dan Bayern Munchen, Guardiola menyebut kenangan selama 10 tahun di Manchester memiliki tempat tersendiri dalam hidupnya.
BACA JUGA:Abadi! Nama Pep Guardiola Resmi Jadi Nama Tribun Stadion Man City
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber