Pelindo Marine Kawal Ekspor Perdana Pupuk Urea ke Australia Senilai Rp7 Triliun
Pelindo Marine mengoperasikan tiga kapal tunda untuk kelancaran pelayaran-Dokumentasi Pelindo Marine Service -
BONTANG, HARIAN DISWAY - Aktivitas di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kalimantan Timur, Senin, 26 Mei 2026, tampak lebih sibuk dari biasanya. Sebuah kapal besar bersiap meninggalkan pelabuhan sambil membawa muatan Pupuk urea menuju Australia.
Momen itu merupakan ekspor perdana pupuk urea ke Australia dalam skema Government-to-Government (G2G). Pengiriman tersebut menjadi tonggak baru industri pupuk nasional.
PT Pelindo Marine Service atau Pelindo Marine yang memastikan seluruh proses pelayaran berjalan aman dan lancar. Perusahaan tersebut memberikan layanan penundaan kapal atau towage service selama proses sandar hingga lepas sandar kapal di kawasan dermaga.
Layanan penundaan kapal memang menjadi bagian vital dalam aktivitas pelabuhan. Utamanya, bagi kapal berukuran besar dengan ruang manuver terbatas.
BACA JUGA:Atasi Kekeringan, Pelindo Marine Bangun Sumber Air Bersih di Tuban

Pelindo Marine Service memberi layanan penundaan kapal selama proses sandar hingga lepas sandar kapal di kawasan dermaga-Dokumentasi Pelindo Marine Service -
Kehadiran kapal tunda membantu kapal utama bergerak aman saat memasuki alur pelayaran. Lalu, merapat ke dermaga, berpindah posisi, hingga kembali menuju laut terbuka.
Ekspor perdana ini menjadi perhatian besar pemerintah. Berdasarkan keterangan resmi PT Pupuk Kalimantan Timur, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut langkah tersebut sebagai sejarah baru bagi transformasi industri pupuk nasional.
Pada tahap awal, Indonesia mengekspor sebanyak 47.250 ton pupuk urea ke Australia. Jumlah tersebut menjadi bagian dari komitmen kerja sama ekspor sebesar 250 ribu ton yang nantinya ditargetkan meningkat hingga 500 ribu ton.
“Ini mencetak sejarah, karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia,” ujar Andi Amran Sulaiman.
BACA JUGA:Perkuat Distribusi Minerba Nasional, Pelindo Marine Perluas Layanan di Sulawesi dan Kalimantan
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Pelindo Marine Siaga 24 Jam Jaga Pintu Logistik Ujung Barat Indonesia
Jika target tersebut tercapai, nilai ekspor diperkirakan menyentuh angka sekitar Rp7 triliun. Kerja sama ini disebut menjadi tindak lanjut komunikasi antara pemerintah Indonesia dengan Perdana Menteri Australia dalam memperkuat hubungan perdagangan kedua negara.
Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra menegaskan bahwa keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam setiap layanan operasional perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: