Skema Murur Terbukti Permudah Jamaah Lansia saat Puncak Haji 2026
Dengan skema murur, sekitar 80 ribu jamaah dapat langsung menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah demi keamanan dan kenyamanan ibadah.-MCH Kemenhaj 2026-
Musyrif Diny PPIH Arab Saudi Haris Muslim menegaskan skema tersebut tidak mengubah rukun utama ibadah haji.
BACA JUGA:Dam Haji
BACA JUGA:Tegas dan Terstruktur: Kebijakan Saudi Lawan Overstay Jamaah Haji 2026
"Kalau mereka turun justru membahayakan kondisi jamaah. Karena itu bus hanya melintas dan langsung menuju Mina," terang Haris Muslim di Makkah.
Tahun ini, sekitar 80 ribu jamaah mendapat layanan murur.
Manfaat murur dirasakan langsung Marwan, jamaah asal Lombok Tengah yang mendampingi ibunya berusia 71 tahun menggunakan kursi roda.
"Saya mendorong ibu, ikut rangkaian ibadah. Alhamdulillah, murur ini sangat membantu, terutama bagi lansia," ujar Marwan saat ditemui di Mina.
Ketika sebagian jamaah masih harus menunggu antrean panjang menuju Mina, Marwan dan ibunya sudah lebih dulu tiba di tenda untuk beristirahat sebelum melanjutkan lontar jumrah.
Pergerakan Jamaah Diatur Ketat
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi Syarif Rahman menjelaskan seluruh pergerakan jamaah diatur dengan prosedur ketat untuk mencegah penumpukan.
Mulai dari jadwal keberangkatan, kesiapan perlengkapan, hingga pengaturan bus dilakukan secara presisi.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembimbing Ibadah PPIH Daker Makkah Erti Herlina mengatakan prioritas utama diberikan kepada jamaah rentan.
“Setiap pergerakan naik ke transportasi, utamakan jamaah lansia terlebih dahulu, kemudian jamaah disabilitas, dilanjutkan jamaah perempuan, dan terakhir baru jamaah laki-laki,” ungkapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: