Kemenhaj Fokus Tri Sukses Haji, Sukses Ritual, Ekonomi, dan Peradaban
Suasana tenda wukuf di Arafah jemaah haji Indonesia seperti saat ditinjau Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak -MCH-
ARAB SAUDI, HARIAN DISWAY – Pemerintah resmi mengusung semangat Tri Sukses Haji sebagai pedoman utama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Konsep tersebut dikumandangkan saat pelaksanaan wukuf di tenda utama Misi Haji Indonesia dan menjadi arah baru pelayanan haji yang lebih terintegrasi.
Dalam khotbah wukuf, Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah 2026 Asep Saifuddin Chalim menegaskan penyelenggaraan haji tahun ini membawa pendekatan baru dengan menempatkan negara lebih dekat dengan kebutuhan jamaah.
BACA JUGA:Timwas Haji DPR Temukan Dugaan Pungli Tawaf Jamaah Lansia, Biaya Disebut Capai Rp7,5 Juta
“Tri Sukses Haji menjadi kompas kita dalam memberikan pelayanan. Kita ingin negara hadir memberikan kenyamanan, keamanan, dan keberkahan bagi seluruh jemaah,” ujarnya.
KH Asep menjelaskan konsep Tri Sukses Haji menjadi kerangka utama dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Terdapat tiga pilar yang menjadi fokus pemerintah yaitu sukses ritual, ekosistem ekonomi, dan peradaban.
Sukses ritual menjamin pelaksanaan ibadah jemaah berlangsung sah, tertib, dan lebih khusyuk. Kemudian sukses ekosistem ekonomi yakni mengoptimalkan manfaat ekonomi melalui pengelolaan dana haji yang transparan, termasuk tata kelola dam.
BACA JUGA:Revisi UU Haji Jadi Sorotan, BPKH Minta Independensi Pengelolaan Dana Tetap Dijaga
BACA JUGA:Seluruh Jamaah Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi, Layanan Puncak Haji Armuzna Dimatangkan
Terakhir, sukses peradaban untuk mendorong haji menjadi sarana pembentukan karakter yang lebih disiplin, sabar, dan santun sehingga memberi dampak positif bagi kehidupan sosial.
“Ini menjadi arah gerakan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” tandasnya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan juga menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan jemaah melalui sejumlah inovasi.
Beberapa pembaruan yang diterapkan tahun ini meliputi skema murur untuk mempercepat mobilitas jamaah, skema tanazul untuk mengurangi kepadatan, dan peningkatan standar konsumsi jamaah, hingga digitalisasi pengelolaan dam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: