Assassin’s Creed Black Flag Resynced Ubah Cerita Modern Jadi Distopia 2096
Edward Kenway saat bersantai di salah satu wilayah Pulau Karibia pada game Assassin's Creed Black Flag Resynced--Gamerant
HARIAN DISWAY - Ubisoft tampaknya tidak hanya melakukan remake visual untuk Assassin’s Creed Black Flag Resynced. Berdasarkan berbagai informasi terbaru dari sesi preview media dan kreator konten, game ini akan menghadirkan perubahan besar pada ceritanya. Tak tanggung-tanggung, Ubisoft merombak alur cerita secara keseluruhan.
Assassin’s Creed IV: Black Flag yang dirilis tahun 2013 adalah installment ke-6 dari keseluruhan serial Assasin Creed. Game yang melanjutkan kisah protagonis Edward Kenway ini mengambil latar zaman keemasan bajak laut di Karibia.
Bagi para pecinta serial Assasin's Creed, Black Flag adalah salah satu serial yang paling digemari. Terutama karena mekanik pertempuran laut yang sangat seru dan menegangkan. Selain mengontrol Kenway, pemain bisa mengontrol kapal yang ditumpanginya dan bergulat dengan kapal lain dengan meriam dan senjata-senjata bajak laut lainnya.
dalam versi original Assassin’s Creed IV: Black Flag yang dirilis 2013, pemain berperan sebagai karyawan Abstergo Entertainment yang menjelajahi memori Edward Kenway melalui sebuah mesin bernama Animus. Abstergo adalah perusahaan yang dimiliki Templar.
Black Flag Resynced mengambil pendekatan yang jauh berbeda. Ubisoft memutuskan untuk meninggalkan sebagian besar konsep lama tersebut dan menggantinya dengan narasi yang lebih gelap, psikologis, dan berpusat langsung pada sosok Edward Kenway.
Dalam versi original, pemain berperan sebagai pegawai anonim Abstergo yang bertugas menelusuri kenangan Edward untuk kepentingan proyek hiburan perusahaan.
BACA JUGA:Mantan Bos Assassin’s Creed Gugat Ubisoft atas Dugaan Pemecatan Terselubung
BACA JUGA:Mantan Sutradara Assassin’s Creed Nilai Masa Depan Game AAA Ada di Tim Kecil
Konsep tersebut sebenarnya cukup menarik karena menampilkan sisi korporasi Templar melalui satir dunia teknologi dan pengawasan modern. Namun, Ubisoft menilai pendekatan itu sudah tidak relevan dengan arah cerita Assassin’s Creed saat ini.
Direktur game Richard Knight menjelaskan bahwa cerita modern dalam Black Flag versi lama sangat terikat dengan warisan karakter Desmond Miles dan konflik yang berkembang pada era tersebut.
Oleh karena itu, mempertahankan struktur cerita yang sama bisa menjadi bumerang bagi Ubisoft. Sebab hal itu dapat membingungkan pemain baru yang mengenal franchise ini melalui seri-seri terbaru.
Sebagai penggantinya, Ubisoft Singapore mengembangkan sistem Animus Rifts yang sebelumnya diperkenalkan dalam Assassin’s Creed Shadows.
BACA JUGA:Rumor Remake Assassin’s Creed 4: Black Flag Resynced Menguat, Ubisoft Punya Domain Baru
BACA JUGA:Assassin's Creed Shadows Akan Dapat Versi Nintendo Switch 2 pada Desember 2025

Cuplikan gameplay dari Assassin's Creed Black Flag Resynced. --Gamerant
Namun kali ini, fitur tersebut dibuat lebih naratif dan terintegrasi dengan perjalanan Edward Kenway. Yakni assassin's yang menjadi karakter utama pada game Assassin's Creed Black Flag.
Pemain nantinya dapat menemukan berbagai rahasia tersembunyi yang diibaratkan seperti botol pesan di lautan Karibia. Di dalamnya terdapat berbagai skenario alternatif atau “What If” yang mengeksplorasi kemungkinan berbeda dalam kehidupan Edward.
Salah satu contoh yang disebutkan adalah bagaimana jika Edward memilih keserakahan dibandingkan cintanya kepada sang istri. Terlebih Edward memiliki personalitas yang kompleks. Di satu sisi ia adalah orang yang pemberani, tetapi juga suka memberontak.
Menariknya, bocoran dari sesi early access mengungkap bahwa cerita modern berlangsung pada tahun 2096. Timeline tersebut berada sekitar 83 tahun setelah latar masa kini dalam Black Flag original.
Dalam dunia tersebut, Abstergo digambarkan telah berkembang menjadi kekuatan korporasi raksasa yang bekerja sama dengan berbagai rezim otoriter.
BACA JUGA:Ubisoft Umumkan DLC Gratis Valley of Memory untuk Assassin’s Creed Mirage
BACA JUGA:Ubisoft Umumkan Update Besar Assassin's Creed Shadows dengan New Game Plus
Masyarakat hidup dalam kondisi yang serba nyaman secara teknologi, tetapi kehilangan kebebasan politik dan identitas pribadi mereka. Nuansa ini menghadirkan atmosfer cyberpunk yang jauh lebih kuat dibandingkan cerita modern Assassin’s Creed sebelumnya.
Salah satu elemen paling menarik adalah kemunculan konsep bernama “The Dark”. Istilah ini diduga merujuk pada evolusi Animus yang kini menjadi sarana pelarian massal dari realitas suram. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna tenggelam dalam dunia virtual hingga perlahan kehilangan jati dirinya.
Berdasarkan cuplikan yang beredar, karakter modern-day yang belum diketahui identitasnya mulai mengalami fenomena behavioral transference atau transfer perilaku dari Edward Kenway.
Ia tidak hanya melihat kenangan Edward, tetapi mulai mengadopsi keberanian, kepercayaan diri, dan sifat pemberontaknya.
BACA JUGA:My Status as an Assassin Hadir dalam Adaptasi Anime, Siap Tayang Oktober 2025
BACA JUGA:Assassin's Creed Shadows: Harapan Baru Ubisoft di Tengah Kontroversi

Edward Kenway di Assassin's Creed Black Flag Resynced. --Gamerant
Pendekatan ini memberikan dimensi baru terhadap konsep Animus yang selama ini hanya berfungsi sebagai alat eksplorasi sejarah. Ubisoft tampaknya ingin menjadikan hubungan antara pengguna dan leluhur sebagai konflik psikologis utama yang memengaruhi identitas seseorang.
Meski masih banyak misteri yang belum terungkap, perubahan besar ini menunjukkan bahwa Assassin’s Creed Black Flag Resynced bukan sekadar remake visual.
Ubisoft berusaha menghadirkan interpretasi baru terhadap cerita modern yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai bagian terlemah franchise Assassin’s Creed.
Jika eksekusinya berhasil, Black Flag Resynced berpotensi menjadi titik balik yang membuat alur modern-day kembali relevan dan menarik bagi para penggemar lama maupun pemain generasi baru.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: