Air Berkah dan Api Dharma Waisak, Simbol Kebijaksanaan serta Cinta Kasih bagi Dunia

Air Berkah dan Api Dharma Waisak, Simbol Kebijaksanaan serta Cinta Kasih bagi Dunia

Air berkah dan Api Dharma diarak oleh umat Buddha menuju Candi Mendut sebagai bagian dari rangkaian ibadah tri suci Waisak -Heni Agusningtiyas/Disway Jateng-

“Kita tetap melakukan penghormatan dan doa di kawasan Candi Mendut, tetapi tidak masuk ke bagian dalam karena sedang direnovasi. Ini demi menjaga kelestarian candi untuk jangka panjang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bhikkhu Komsai Sumono Mahathera memaparkan bahwa Air Berkah Waisak menjadi simbol metta atau cinta kasih yang mengalir kepada seluruh makhluk. Sifat air yang selalu mengalir menggambarkan kedamaian dan kebersihan, baik secara lahir maupun batin. Dalam kehidupan sehari-hari, air memberikan kesegaran dan manfaat bagi semua makhluk. Dalam Dhamma, air menjadi perlambang cinta kasih yang menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan.

“Hari ini kita menyambut air suci. Makna air itu mengalir. Mengalir itu antara metta, cinta kasih dan kasih sayang kepada kita semua. Air suci itu merupakan upama dari kesucian Buddha yang mengalir kepada kita yang masih membutuhkan cinta kasih, kasih sayang, dan welas asih-Nya,” ujarnya.


Bhikkhu Thudong peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Candi Borobudur, Kamis, 28 Mei 2026.-Indonesia Walk for Peace-

“Kalau kita melihat air itu selalu mengalir, berarti damai. Air juga menjadi tanda kebersihan. Sang Buddha selalu memberi contoh bahwa kalau di fisik ada air dari sungai, air hujan, atau mata air, maka dalam dhamma ada air metta, air cinta kasih dan kasih sayang yang membuat semua makhluk berbahagia,” katanya.

Bhikkhu Komsai menegaskan bahwa Air Berkah dan Api Dharma merupakan dua simbol yang saling melengkapi dalam perayaan Waisak. Api melambangkan terang kebijaksanaan, sedangkan air melambangkan cinta kasih dan kedamaian.

“Besok kita membawa dua berkah besar. Berkah dari api yang bermakna terang dan kebijaksanaan. Kemudian air yang bermakna metta, cinta kasih, kasih sayang, serta wujud kedamaian dunia,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh umat manusia untuk memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan kebajikan di tengah berbagai tantangan global yang masih diwarnai konflik dan perpecahan.“Tahun ini kita harus bersatu. Dunia sedang membutuhkan orang-orang baik untuk berkumpul. Dunia sekarang semakin kehilangan persaudaraan. Dalam ajaran Buddha tidak ada satu pun yang tidak disebut sebagai teman dan saudara,” tuturnya.

BACA JUGA:Ribuan Umat Buddha Rayakan Waisak di Grand City Surabaya

Puncak Peringatan Waisak

Ketua DPD WALUBI Jawa Tengah, Tanto Harsono, mengatakan rangkaian perayaan Waisak 2026 telah dimulai sejak awal Mei melalui berbagai kegiatan sosial, karya bakti, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Menurutnya, puncak Waisak bukan hanya menjadi peringatan keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebijaksanaan, kedamaian, dan cinta kasih yang diajarkan Sang Buddha.

“Puncak Waisak merupakan peringatan tiga peristiwa agung sekaligus, yaitu kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian Penerangan Sempurna menjadi Buddha, dan Parinibbana atau wafatnya Sang Buddha,” kata Tanto.

Ia memperkirakan sekitar 25 ribu umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara akan menghadiri perayaan Waisak di Borobudur. Selain itu, sekitar 200 bhikkhu dari berbagai tradisi dan negara dijadwalkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Melalui Waisak, kami mengajak seluruh umat untuk menumbuhkan kedamaian, kebijaksanaan, dan cinta kasih, baik bagi diri sendiri maupun bagi dunia yang saat ini masih menghadapi berbagai konflik,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Irene Umar turut mengikuti upacara pradaksina sambil membawa Air Berkah Waisak. Menurutnya, perayaan Waisak tidak hanya memiliki nilai spiritual sebagai sarana ibadah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Borobudur dan sekitarnya.

“Ini bukan hanya ibadah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: